PREMANISME DUNIA

Rudal Tomahawk.jpg

121 Rudal Tomahawk ditembakkan AS, Inggris dan Preancis ke Suriah (April 2018)

Ilustrasi : Seandainya ada 3 Preman dalam sebuah Bus yang mengganggu seseorang. Entah seseorang itu di Copet atau dipukul atau lainnya. Secara umum penghuni Bus akan diam….mereka hanya ingin menyelamatkan dirinya masing-masing. Mereka tahu itu kelakuan Preman dan Bersalah tetapi apa daya?

Apalagi kalau Preman itu beratribut tertentu, meneriakkan kata-kata tertentu seperti, “Ini PKI”, “Ini yang kemarin mengolok-olok ulama”, “Ini adalah antek-antek….” dst. Maka makin ciutlah penghuni bus untuk membelanya….bisa diam atau paling-paling berkata “jangan kasihan” atau malah mendukung secara langsung atau diam-diam.

Inilah yang terjadi didunia ini sekarang…..?

AS, Inggris dan Prancis melakukan premanisme di Iraq dulu, di Suriah sekarang. Semua orang tahu mereka para preman itu bersalah….paling tidak apa hak mereka mengganggu negara lain? Tetapi siapa yang berani melawan 3 Preman itu? Bahkan Rusia-pun akan sangat berfikir sekian kali….apa untung ruginya buat saya.

Apalagi sang preman mengatakan…..mereka itu melakukan pembunuhan, kami menyelamatkan rakyat sipil, mereka menggunakan senjata kimia….mereka ini dan itu. Kadang mereka menggunakan PBB sebagai opini dunia untuk mendapatkan legitimasi perilakunya.

Lalu bagaimana dengan masyarakat penghuni Bis? Soekarno melihat gelagat itu sudah sangat lama, sehingga beliau mencoba mengorganisir penghuni Bis sehingga akan mampu mengimbangi Preman dalam Bis itu? Walaupun ‘gagal’ tetapi kesadaran akan prilaku premanisme itu jelas dan faham akan pola permainan itu.

Ucapan Senjata Kimia…

Apakah benar ada senjata Kimia di Douma Ghouta Timur? Saya sulit menerimanya sebab…Ghouta Timur itu akhir kekuatan teroris dan Suraih dalam posisi sangat-sangat unggul serta disorot urusan senjata kimia.

Logika sederhana: Mungkinkah Suriah melakukan itu di Douma? Dimana dia dalam posisi menang, dalam posisi sangat-sangat kuat dan sedang dievaluasi urusan senjata kimia oleh para preman dan PBB? Sulit diterima logika itu.

Tetapi ingat sang Preman punya banyak teman : Media (CNN, Reuters, New York Time, Al Arabiyah, bahkan termasuk Al Jazeerah dll), PBB, Badan Riset dst. Dimana itu adalah pembentuk opini dan diamini oleh kelompok lainnya.

Kasus Iraq jelas kebohongan yang akhirnya menghancurkan Iraq/Saddam.
Kasus Libya dimana Gaddafi dikatakan, “Islam Al Qur’an”, Melenceng dari Islam bahkan kafir dll…dst. Demikian juga kemarin-kemarin di Suriah.

Negara-negara yang menikmatinya saat ini?

Saat kita menikmati secara spesifik kedholiman, maka kedholiman itu akan menimpa kita juga…secara cepat atau lambat.

Sekarang siapa yang menikmati Premanisme ke Suriah? Pasti Saudi dkk, Turki dan mungkin pendukung Jihadis/Militan/Terroris Kemarin.

Ini mirip dengan perang Saudi – Yaman. Keributan antara masyarakat dan oposisi….walaupun mendapat dukungan dari luar. Akhirnya Saudi tidak tahan turun gelanggang.

Suriah juga sama. Awalnya perang saudara, militan/teroris masuk dari mana-mana, ISIS, Jabha Nusra dll. Pemberontak dibantu AS/Saudi sementara Bassar dibantu Iran/Rusia.

Melihat digelanggang terjadi kekalahan….AS dan Preman lainnya turun gelanggang dengan menggunakan alasan, isu senjata kimia.

Alasan atau isu itu tidak mesti benar bahkan salahpun itu tidak masalah. Yang terpenting ada alasan yang disampaikan. Itulah mereka.

Alasan dan isue

“Kami akan menghukum monster jahad Suriah Bassal al Assad kata Trump.”

“Mereka membunuhi rakyatnya dengan senjata kimia sudah lebih dari 1 tahun…..kami sudah memperingatkannya…..ini adalah jawaban pembangkangan mereka.”

“Serangan kami bukan untuk menggulingkan Assad dan mengganti rezim, serangan kami dengan presisi bagus untuk menghancurkan gudang-gudang senjata kimia…yang secara konvensi dunia dikutuk dan sudah tidak boleh digunakan.”

Ucapan-ucapan retoris harus disampaikan agar….ada alasan dan itu akan mendapatkan pengutip-pengutipnya. Siapa pengutipnya?

Media termasuk media di Indonesia, pengamat politik untuk memberikan argumentasi ucapan-ucapannya, baik pro ataupun kontra dst.

Tim Pencari Fakta Berjalan!

Apa tidak lucu, dan sangat tidak logis. Dimana team pencari fakta (OPCW) dari Prancis dll datang ke Suriah untuk mendalami kasus senjata Kimia di Douma Ghouta Timur. Tetapi pada saat yang bersamaan AS, Inggris juga Prancis sudah melakukan serangan…dengan rudal sebanyak 112 kali.

https://fokustoday.com/…/tim-investigasi-senjata-kimia-tib…/

Apa gunanya mendatangkan team PBB, Team pencari fakta tentang isu senjata kimia bila tindakan sudah dilakukan?
Logikanya : Pastikan dulu, jelas dulu bahwa memang ada….disepakati PBB dst, baru bertindak….TETAPI ingat itu logika akal sehat…bukan logika PREMAN.

Sekali lagi alasan dan isue perlu disampaikan tentang kebenaran itu nomer sekian.

Saudi Bayar AS dan Inggris.jpg

Saudi Bayar AS untuk Tetap di Suriah

Ada 112 Rudal Tomahawk yang sudah ditembakkan ke Suriah. 1 Rudal Tomahawk yang panjangnya 5,6 m. buatan pabrik Raytheon AS itu seharga 1,87 juta dolar AS, sekitar Rp 25,7 miliar, per buah. Jadi ada total sekitar 224 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,08 triliun,” yang sudah dikeluarkan oleh AS.

Apakah AS, Inggris dan Prancis itu IKHLAS dalam menyerang Suriah? Mencari PAHALA? He……he……he…..

Apa yang diharapkan dan siapa kira-kira penyandang dananya? Tidak jelas…tetapi banyak yang berspekulasi bahwa Saudi adalah penyandang dana penyerangan tersebut…..apalagi diberitakan sebelumnya. Saudi mesti membayar bila ingin AS tetap di Suriah.

Rusia mungkin dapat bayaran dari Suriah….karena membela Suriah. Ini masuk akal. Tetapi Saudi ingin menghancurkan Suriah dengan membayar AS (lalu AS menggaet Inggris dan Prancis). Ini sulit diterima……Kecuali….??

Semua punya kepentingan….tetapi dengan #merawatAkal menjadikan kita sadar mana yang lebih salah dan mana yang lebih benar. Bukan salah-benar.

Bagaimana dengan Kita?
Bagaimana dengan dunia Islam?
Bagaimana dengan Saudi dkk serta Iran?

Tahu penderitaan, khabar, senang serta sakitnya saudara-saudara muslim lainnya itu penting….walaupun negeri sendiri lebih penting.

“Lana a’maaluna walakum a’maalukum (bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu)”

Setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa-apa yang kita lakukan.

Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Edisi :#MerawatAkal

Dipublikasi di Lain-lain | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Kitab Suci dan Nalar Fiksi: Menguji Pernyataan Rocky Gerung

AS Laksana

AS Laksana

Untuk pernyataan tentang kitab suci itu fiksi, saya menaruh hormat pada Rocky Gerung yang berani menyampaikannya secara terbuka.

Sebetulnya sudah sering saya mendengar pendapat serupa, disampaikan sambil lalu dalam percakapan antarteman, dan hanya menjadi gumam dalam semesta percakapan mutakhir kita yang penuh teriakan. Rocky mengangkatnya ke permukaan, dengan sikap tenang dan rasa percaya diri, bahwa ia sanggup mempertanggungjawabkan pernyataannya; ia memang gemar mengusik kepala orang agar tidak merasa nyaman-nyaman saja menjadi “dungu”, kosakata kesukaannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Cambridge Analytica, Personality dan Penyadapan Global?

Facebook dan Cambridge Analytica.jpg

Tahu Kepribadian yang lain akan lebih mudah berkomunikasi dengannya

Secara pribadi saya cukup familiar dengan test personality, sebab disamping sebagai pendidik saya juga praktisi dalam mapping potensi dan profile kepribadian. Test-test mulai dari test IQ, EQ, MBTI, DISC, Big Five, Test MI, Power Personality dan test-test lainnya saya cukup mengenalnya. Apa keuntungan test-test itu? Banyak keuntungannya mulai dari tahu bakat-minat, mengetahui jurusan kuliah yang diambil, bagaimana menempati karier yang semestinya diambi. Bahkan termasuk bagaimana berkomunikasi yang baik dengan yang lain, membuat team work, seberapa kemampuan resilliensi kita dan masih banyak yang lainnya. Dengan makin mengetahui diri sendiri dan orang lain, maka kita akan mudah berkomunikasi dengannya juga memperkecil kesalahan dalam interaksi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Sekolah, Ilmu, Kaya, Sukses dan Bahagia?

10 Tokoh Tanpa Ijazah

10 Tokoh Hebat Indonesia tanpa Ijazah

Gambar diatas beberapa contoh orang-orang yang sukses tanpa memiliki ijazah formal dari lembaga pendidikan tinggi.  Demikian juga Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, hanya tamat SMP, namun sukses sebagai pengusaha, kaya raya, dan kini menjadi petinggi negara, menyisihkan orang-orang “pintar”.

Pertanyaannya dan kesimpulan liarnya adalah “tak perlu lagi sekolah tinggi, toh tamatan SMP saja bisa jadi menteri”, benarkah seperti itu? Sebenarnya kita tak perlu kaget. Presiden Seoharto hanya tamatan SD, Megawati bukan sarjana, hanya setingkat SMA. Gus Dur pun tak pernah menamatkan sekolah. Jadi, bagaimana sebenarnya arti penting sekolah itu?
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Sukses Sekolah Antara “Kemasan” dan “Isi”

Sekolah Sukses Kemasan.jpg

Sekolah Sukses antara Kemasan dan Isi

Kesuksesan sekolah, mestinya kita lihat secara bersama-sama antara; Murid, guru, orang tua, dinas pendidikan dan masyarakat. Apakah sekolah itu sudah memenuhi standart kepuasan atau belum. Sebab standarisasi lulusan, standarisasi proses yang menjadikan hasil pendidikan adalah tanggung jawab kita semua. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Apa itu Bahagia dan Kesuksesan Sejati?

Hand Book Psychology Positive

Hand Book Psychology Positive

Apa itu sukses? Secara sederhana seluruh manusia ingin menjadi sukses. Walau sukses mungkin lebih mudah dibuktikan daripada dikonsepkan. Sukses itu lebih kasat mata, bukan teoritis….sebab kata Napoleon Hill, “ Sukses tidak perlu penjelasan, dan kegagalan tidak memiliki alibi”. Semua manusia ingin sukses dan bahagia, bahkan kata Erbe, Kesuksesan itu sebenarnya default factory setting (fitrah) pada manusia.

Tetapi mengapa manusia banyak yang gagal dalam meraih kesuksesan, mengapa mereka sering salah sehingga bukan sukses yang didapat, tetapi sukses with toxic (sukses beracun), yang sebenarnya bukan kesuksesan? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Cara Mudah Menemukan Bakat Minat Kita (2)

Cara menemukan Bakat dan Minat

Cara Mudah menemukan Bakat dan Minat

Saat kita mempelajari Intelligence (kecerdasan), baik itu IQ (Intelligence Quotient) maupun MI (Multiple Intelligence), bahkan juga EQ (Emotional Intelligence) dan SQ (Spiritual Quotient), juga SMI (Spiritual Multiple Intelligence). Semua sepakat bahwa Kecerdasan ada unsur genetiknya. Ada unsur anugrah, bakat….walau sulit ditanyakan itu darimana asalnya.

Menurut kamus dan pendapat banyak ahli, bakat (talenta) adalah anugrah—berfungsi sebagai penyokong alami—bagi seseorang yang memilikinya. Semacam kemampuan alami yang kita miliki, mulai dari berbagai jenis kreatifitas hingga atletisitas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar