Dua Wajah Tuhan : Figh/Teolog & Filosof/Irfan (2)

Penciptaan Pluralitas

Foto Saya

Muhammad Alwi

Sebelum mencipta makhluk, maka Dia bukan Khaliq. Sebelum ada abd/hamba maka tidak ada Tuan. Inilah mengapa Allah sebagai khazanah tersembunyi ingin dikenali, diketahui. Sebab semua sifat Allah itu tidak terkenali dalam Dzat-nya. Alam adalah locus agar sifat-sifat itu termanifestasi.

Ibn Al-‘Arabî kadang menyebut Dua prinsip Tuhan yaitu ‘Penyamaan’ dan ‘Pembedaan’. Tujan adalah ‘Sang Pengatur’ lantaran Dia menetapkan ukuran dan kadar segala entitas yang tak berubah. Sang Pengatur adalah Wujud, sebab Ia mempunyai kualitas-kualitas tertentu yang tak berubah yang mesti menampak sesuai dengan konfigurasi-konfiguras spesifik yang ditetapkan oleh realitas Wujud sendiri. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Dua Wajah Tuhan : Figh/Teolog & Filosof/Irfan (1)

Foto SayaGagasan tentang Tuhan menuntut kita untuk memahamiNya sebagai dua hal, dualitas yaitu Dia dalam Dirinya sendiri (Dzat, Essensi) dan dalam hubungan kita dengan Dia (Ketuhanan). Ini sama dengan ketakberbandingan dan keserupaan.

Tauhid berarti Tiada Tuhan Selain Allah. Teks ini menandakan ada dualisme Allah. Pertama Tuhan secara esensial (dzat) nya. Tuhan yang esa, tak terbagi, berbeda dengan yang lainnya dan kedua, Selain Allah (artinya ada yang mirip-mirip dengan Allah, Tuhan-tuhan lain). Tuhan mengejawantahkan diri pada Alam dan Diri Manusia. Pengejawantahan bermakna bukan dirinya yang Asli (dzat-nya). Saat kita men-Tauwhid-kan Tuhan, maka kita sebenarnya membedalan antara Tuhan dan Diri Kita. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama, Uncategorized | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

3 Realitas: Tuhan, Manusia dan Alam

Foto Ana

Muhammad Alwi

Ada hubungan tak terpisahkan antara Tuhan (Wujud segala-galanya, pencipta, sebab awal dan mencipta dari ketiadaan, yang ingin diketahui, berbeda dengan yang lain, dekat dengan manusia dan seterusnya), Manusia (sebagai locus tempat Allah menjelma, dimana dikatakan bahwa alam tidak dapat menampung Allah, tetapi qalb mukmin mampu menampungNya), Alam sebagai manifestasi Dirinya dan Alqur’an/Nabi sebagai Ringkasan seluruh ayat-ayat, tanda-tanda Nya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Manifestasi Allah ?

Foto Saya

Muhammad Alwi

Imam ‘Ali dalam salah satu hadist mengatakan, “Allah bukan Dzat yang bisa dipahami dengan pengetahuan. Allah-lah yang menunjukkan argumen bagi Diri-Nya sendiri.” (Al-Majlisi, Bihar Al-Anwâr, jilid II, hlm. 186). Dalam al quran disebutkan, “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap alam dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Dia itu adalah benar (Qs. Al Fussilat, 41: 53). Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Allah menunjukkan dirinya itu sangat dekat dengan kita, bahkan sangat dekat, tetapi dalam ayat-ayat lainnya Allah menunjukkan diriNya berbeda dan tidak bisa dibandingkan dengan Alam (diri kita sendiri). Dalam peristilahan cendikiawan Islam itu disebut Tanzih dan Tasybih. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pengantar : Perjalanan Spiritual

Foto Ana

Muhammad Alwi

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang rindu pada Tuhannya. Maulana Rumi menceritakan itu dalam syair dalam Matsnawinya tentang “Seruling Bambu”.

Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu,
ratapan pedihku telah membuat
berlinang air-mata orang.

Kuseru mereka yang tersayat hatinya
karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini.

Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya
merindukan saat mereka kembali. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Sejarah dan Perkembangan Pemikiran Dalam Islam (Bag 2)

Khirarki Pengetahuan dan Pendidikan dalam Islam

Foto Saya

Muhammad Alwi

Klasifikasi Islam atas sain didasarkan pada khirarki, yang selama berabad-abad telah membentuk matrik dan latar belakang sistem pendidikan Islam. Kesatuan sain selalu merupakan intuisi utama dan sentral, yang menjadi tolok ukur dan pandangan bagi studi beragam sain. Dari intusi yang tak terbantahkan tentang kesatuan berbagai disiplin ini, sain dipandang bagaikan cabang-cabang dari sebatang pohon, yang tumbuh dan mengeluarkan daun dan buah sesuai dengan sifat pohon itu sendiri. Ilustrasi seperti sebuah cabang yang akan berhenti dan tidak terus tumbuh tanpa henti, demikian juga suatu disiplin ilmu tidak selayaknya dipelajari melampaui suatu batas tertentu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama, Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Sejarah dan Perkembangan Pemikiran dalam Islam (Bag 1)

Foto Ana

Muhammad Alwi

Apabila kita berbicara tentang Islam maka kita sebenarnya sedang membicarakan tentang “Kebenaran”, baik kebenaran itu dalam artian rasionalistik, maupun kebenaran-kebenaran ‘wahyu’, dan kebenaran trancendental, sebab itu semua semestinya tidak akan berbeda karena mendapatkan inspirasi yang sama, kata para intelektual Islam. Dalam Islam walaupun sejarahnya mungkin naik-turun, menanjak dan menukik, tetapi Islam ada bagian-bagian yang tetap, non-temporer dan bagian-bagian lain yang berubah-ubah, dimana keduanya itu diakomodasi dalam Islam. Islam dalam hampir semua aspeknya yang diajarkan oleh Wahyu dan dijelaskkan oleh para intelektual Islam adalah satu kesatuan kosmik dengan sebutan Tauhid. Keyakinan Islam bahwa ‘tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah adalah inti ajaran Islam. Apapun itu maka berporos kesana, baik itu teologi, filsafat, sufy, teosofi juga intelektual-alam (Al Biruni, Khayyam, Ibn Sina, dan lainnya). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama, Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Sejarah Filsafat Kuno (Bag 2)

Foto SayaPertanyaan tentang Teleologis: Apa tujuan Pencipa menciptakan alam dan segala isinya semua ini? Untuk menjawab pertanyaan ini kita mesti kembali kepada definisi awal dari Tuhan. Apa itu Tuhan? Tuhan adalah sesuatu yang tidak butuh pada yang lainnya. Maka kita tahu bahwa Tuhan tidak butuh terhadap penciptaannya. Lalu Apa tujuan Tuhan itu? Penciptaan secara definisi adalah menjadikan sesuatu yang awalnya tiada menjadi ada. Penciptaan ada 4. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , | Meninggalkan komentar

Sejarah Filsafat Kuno (Bag 1)

Foto SayaSulit sebenarnya menemukan awal-mula manusia itu berfikir kefilsafatan, sebab secara agak umum kita bisa mengatakan bahwa filsafat adalah usaha manusia untuk berfikir, untuk mengetahuo, mencari tahu, karena itu memang fitrah dari manusia, dan pencarian tahu itu menggunakan methode berfikir, nalar yang rasional, lalu diurutkan sehingga menjadi terintegrasi dalam sistem yang mengandung makna. Pencarian makna itu juga sebuah fitrah manusia, dimana kita definisikan makna disini adalah terintergrasinya satu penjelasan atau informasi dengan informasi yang lain, sehingga terjelaskan. Dengan uraian seperti ini maka kita akan mengetahui bahwa sejak awal sebenarnya manusia sudah berfikir kefilsafatan. Tambahan dalam beberapa definisi tentang filsafat dengan ungkapan berfikir secara radix atau mendasar sebenarnya ini problematis dikarenakan kemendasaran itu tergantung manusia-manusia yang melakukan pemikiran itu. Banyak teori filosof yang satu disanggah dan sederhana dibandingkan dengan filosof-filosof lainnya. Lalu kapan sejarah filsafat dimuali? Jawabannya sebenarnya sejak manusia itu turun kebumi dan mereka mengembangkan pikiran atau nalarnya. Lalu bagaimana dengan filsafat Yunani? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Filsafat Bahasa: Kata & Pandangan Dunia Bahasa Al Qur’an (Bag 2)

RELASI TUHAN & MANUSIA MENURUT AL QURAN

Foto SayaIslam datang tIdak saja menggantikan kepercayaan lama (ahl kitab dan Jahiliyah) menjadi keprcayaan baru, tetapi mengganti atau memperbaiki pandangan dunia mereka. Dalam Islam hubungan tuhan dan manusia itu sangat penting dan menjadi domain utama. Semuanya mengarah kepada hubungan relasi Tuhan-Manusia. Sementara kepercayaan jahiliyah, sekalipun ada Tuhan atau kepercayan adikodrati, tetapi tema perdagangan, suku, masyarakat, silsilah, kuda, perang dan lainnya lebih dominan dalam welstanshauung kehidupan mereka.

Relasi Tuhan-Manusia. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , | Meninggalkan komentar