Perjuangan Imam Husein dalam Sorotan Kontruktivisme Pendidikan

A. Pendahuluan

Imam Husein.jpgHari-hari ini adalah bulan Muharram, bulan Suro, dimana pada bulan ini diperingati sebagai “Bulan Kesedihan”, bulan terbunuhnya dengan cara yang sangat tragis, cucu Nabi saw bernama Husein bin Ali bin Abi Thalib. Pada bulan-bulan ini diyakini kita ‘dilarang’ melakukan perkawinan, melakukan perayaan-perayaan yang mengindikasikan kesenangan. Diyakini karena Rasul saw, Zahra bintu Muhammad dan Keluarganya bersedih, maka kita semua tabrrukan, diharapkan bahkan wajib juga bersedih. “Kami mencintai apa yang kalian Cintai, kami membenci apa yang kalian benci”. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama, Pendidikan Psikologi | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

TOA, Penistaan Agama dan Pasal Penistaan Agama?

TOA dan Penistaan AgamaDi Indonesia Pasal tentang Penistaan-Agama beberapa kali dijudicial riview agar dihapus atau diganti, tetapi sekian kalinya pun upaya-upaya itu mental di MK dan dimentahkan oleh para pakar disana. Ada beberapa alasan yang mungkin sebagiannya masuk akal tetapi sebagiannya bisa kita pertanyakan.

Beberapa Pertanyaan yang bisa diajukan…? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Akar Kebencian dan Politik Identitas

Ariel Harianto“Apakah menentukan pilihan politik berdasarkan kesamaan agama, ras, atau jenis kelamin, itu salah?” Pertanyaan tersebut bakal memancing debat tak berkesudahan di tengah tensi politik di Indonesia yang menghangat beberapa tahun belakangan.

Baca : Definis Politik Identitas

Dari seratusan lebih peserta diskusi bertajuk “Media dalam Politik Identitas” yang dihelat Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (JARING) dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Jumat (20/7) lalu, beberapa diantaranya mungkin berusaha mencari jawaban atas pertanyaan tersebut dari cendekiawan sekaliber Ariel Heryanto. Didapuk sebagai pembicara, Herbert Feith Professor untuk Studi Indonesia di Monash University tersebut memberi jawaban retoris atas pertanyaan tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

Definis Politik Identitas

PolitikPolitik Identitas adalah upaya politisasi identitas bersama atau perasaan ‘kekitaan’ yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok. Identitas dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrim, yang bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa ‘sama’, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Paradox : 10 Tanda Kehancuran Bangsa Dan Saya Ingin Bangga Menjadi Indonesia?

Jokowi Prabowo
TRUST didefinisiakn oleh Fukuyama sebagai harapan-harapan terhadap keteraturan, kejujuran dan perilaku kooperatif yang muncul dari dalam komunitas yang didasarkan pada norma-norma yang dianut bersama oleh anggota komunitas itu.

Mengapa akhir-akhir ini seakan sulit kalau kita ingin bangga menjadi bangsa ini. Saat melihat pembangunan jalan Tol yang sedemikian rupa dan kita senang serta bangga dengannya, tiba -tiba kita disuguhi yang lainnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lain-lain, Uncategorized | Tag , | Meninggalkan komentar

Belajar Politik Persatuan dan Kesatuan dari Film “Hero” (Jet Li)..

Film Hero Jet LieSaya termasuk orang yang hobi nonton film. Beberapa film kolosal dan berseri panjang kadang saya habiskan, baik itu film Cina, India, Film-film Islam, Drama Korea dst. Termasuk dengan durasi-durasi panjang 50 sampai 60an.

Saya awalnya melihat film Hero (yang dibintangi Jel Lie) di TV. Karena melihat sebagian dan tersendat-sendat serta penasaran, akhirnya saya melihat via online (seperti biasa). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

Vaksin : M. Abduh, Rasionalisme & Agama?

Vaksinasi.jpgBaru-baru ini ramai dibicarakan tentang kasus vaksinasi Measles Rubella (MR). Vaksinasi ini sudah dilakukan dan ada yang mempertanyakan tentang kehalalannya. Bagaimana seharusnya itu? Saya tidak akan masuk dalam diskusi akan hal itu sebab itu adalah “KASUS”, yang artinya bisa saja salah prosedur, terburu-buru, kurang komunikasi atau yang lainnya.

Yang ingin saya diskusikan disini adalah bagaimana Rasionalisme (penerimaan akan hal-hal yang rasional dan Ilmiah) seringkali dipertentangkan dengan hal-hal yang berbau Nash/Agama. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar