JANGAN BONSAI NABI-MU

Maulid Nabi saw.jpgHari-hari ini, tumpah ruah pujian, sholawat, syair kecintaan dan beragam ekspresi kecintaan kaum Muslimin terhadap Muhammad saw atas kelahirannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

PISAHKAN AGAMA DENGAN ILMU PENGETAHUAN (Nalar Agama dan Pendidikan Kita)

ISIS 4

Pendidikan Islami

Saat kita bertanya-tanya, mengapa para cerdik-pandai di PTN-PTN ternama, justru setelah mereka sadar akan keberagamaan, mereka memilih faham-faham yang cenderung radikal dan intoleran? Mengapa kelompok “Truth Claim”, Takfiri, menjangkiti mereka? Fenomena “IPB dan HTI” kemarin adalah gunung es, yang dibawahnya sangat banyak sekali. Mengapa hasil survei juga menunjukkan seperti itu (PTN dan SMAN banyak faham rdikal dan intoleran disana)? Ada apa dengan pendidikan kita, utamanya pendidikan Agama, di sekolah dan PT? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Toleransi (Right to Differ)

Toleransi

Toleransi antar umat beragama dan antar Iman

Kalau kita mengacu pada wikipedia, maka makna toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

PLAY VICTIM (Merasa Diri Menjadi Korban).

Felix Banser Bangil.jpgBeberapa waktu yang lalu terjadi kisruh di pasuruan, tepatnya di Masjid Persis Manarul (Bangil). Dimana saat itu terjadi penolakan penceramah Felix Siauw (penceramah HTI/Khilafah) yang akan mengisi acara pengajian umum dimasjid tersebut. Disini terjadi dramatisasi dimedia sosial, seakan-akan Felix dan kelompoknya terdholimi dan menjadi korban amukan Banser. Apakah ini benar? Bahkan ada yang mengatakan Banser melanggar hukum, banser bisa dikenakan perpu pembubaran ormas dst. Marilah kita lihat duduk masalahnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Muhammadiyah dan Para Penyusup ‘Radikal’ Kontemporer.

Boy.jpg

Boy Pradana

SEJARAH pemikiran adalah sejarah pergulatan doktrin dan zaman. Setiap zaman selalu melahirkan pemikiran yang senantiasa sinambung dengan kebutuhan masanya. Dengan sendirinya, zaman yang berbeda memerlukan pemikiran yang tak sama. Prinsip ini bisa diterapkan untuk memahami perkembangan, evolusi dan bahkan revolusi pemikiran dalam satu individu atau kelompok sosial. Dengan mengambil kasus dari khazanah intelektualisme Islam klasik, bisa ditampilkan kasus Imam Syafi’i dan al-Ghazali sebagai contoh betapa individu selalu mengalami perubahan orientasi pemikiran ketika berhadapan dengan latar sosial yang berbeda-beda. Imam Syafi’i populer dengan perubahan fatwa-fatwa fiqihnya dari Qawl al-Qadim menjadi Qawl al-Jadid, sementara al-Ghazali ilmuwan Muslim serbabisa itu, pada awalnya dikenal sebagai filsuf, tetapi pada fase akhir karier intelektualnya lebih sering ditampilkan sebagai representasi kaum sufi yang mungkin cenderung memusuhi filsafat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Moral Komunis, Mungkinkah?

Moralitas Komunis 2.jpg

Komunis dan Moral Mungkinkah?

ADAKAH suatu teori Marxis mengenai moral? Perlukah seorang Kiri berbicara mengenai moralitas? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan sejumlah pokok bahasan yang menjadi bahan diskusi dan debat yang intens di berbagai lingkaran-lingkaran intelektual. Setidaknya ada dua sangkaan mengenai posisi moralitas dan dalam korpus pemikiran Marxis dan implikasinya. Yang pertama adalah sangkaan konservatif, yang menganggap bahwa 1) tidak ada ruang mengenai pembahasan moralitas dalam korpus Marxisme atau 2) prinsip utama moral politik Kiri adalah sebentuk Machiavellianisme yang vulgar, Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Islam dan Arab: Menimbang Pribumisasi Islam Gus Dur

Ahmad Sahal.jpg

Ahmad Sahal : Islam Pribumi

Ketika wacana “Islam Nusantara” ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, banyak kalangan yang nyinyir dengan menuduh “Islam Nusantara” sebagai ekspresi antipati terhadap Arab. Benci terhadap orang Arab, budaya Arab, pokoknya segala sesuatu yang berbau Arab. “Islam Nusantara” juga dianggap mengkotak-kotakkan Islam, bahkan dicurigai sebagai strategi baru dari Barat, Zionis, Jaringan Islam Liberal (JIL), dll, untuk menghancurkan Islam dari dalam. Islam ya Islam. Titik. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , | Meninggalkan komentar