Iran – Isis/Saudi, Qatar dan Cadangan Minyak Timur Tengah.

Muhammad Alwi

Ribut-ribut urusan Saudi dan Qatar, maka marilah kita lihat konstalasi Saudi dan Qatar utamanya hubungannya dengan Minyak dan Uang.

Kalau minyak bumi, cadangan Saudi itu No 1 didunia, maka gas alam cadangan Qatar adalah No 1 (apalagi trend dunia pakai LNG karena bersih). Dalam urusan kekayaan (fulus), maka Qatar lebih liquid dari Saudi, karenanya Qatar tidak mau didekte oleh kebijakan GCC (Gulf Community Countries) yang dipimpin Saudi dan AS.

Qatar sekarang berteman dengan Iran. GCC pimpinan Saudi (dalam kendali AS) mesra dengan Israel sedangkan Qatar sangat baik berhubungan dengan Iran & membantu perjuangan Hamas yang di cap oleh Israel dan AS sebagai terroris. Turki mendukung kebijakan Qatar. Iran juga berhubungan cukup baik sekarang dengan Turki. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lain-lain | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Sikap Habaib dan Nalar Moderat : Terhadap Ucapan selamat Hari Natal

habaib Indonesia.jpgHABAIB : Memaknai Semangat Toleransi : Hari Natal dan Tahun Baru. (Habib Umar bin Hafidz dan Habib Ali Jufry).

“Dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai ummat yang pertengahan….” (Al Baqarah, 2 : 143).

Selalu ribut saat “Hari Ibu, 22 Desember”, Hari Natal 25 Desember” dan “Tahun Baru Masehi, 1 Januari”. Mengapa ini ribut-ribut? Sebab ada yang mengatakan itu “HARAM”. Kalau dahulu saya kecil, saya hanya banyak mendengar…sudahlah ngapain ikut-ikutan Tahun-Baru-an, itu bukan budaya kita…itu bukan Tahun-Baru Islam dst. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

MAKNA NALAR MODERAT

Foto AnaSaya perlu memberikan mukadimah terhadap teks Nalar Moderat ini. Sebab Nalar itu ya Nalar, apalagi kalau kita menghubungkan dengan logika Formal Aristotelian.

Tetapi apabila kita tinjau lebih dalam memang ada asumsi-asumsi, aksioma-aksioma bahkan agitan yang dipakai serta mendasari sebuah gaya pemikiran atau Nalar. Oleh karenanya keluar istilah Nalar abad pertengahan, nalar Islami, kritik nalar arab dst. juga ada istilah gaya berfikir literalis atau lainnya

Kenyataannya sebuah cara berfikir itu mengandung episteme (paradigma zamannya), mengandung habitus (bourdieu) bagaimana seseorang itu berinteraksi antara personality dan sosialnya dst.

Seringkali karena pendekatannya yang berbeda, maka objek yang sama menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Dalam konsepsi antara Newtonian dan Einstein (Plank) objek yang dilihat adalah cahaya/partikel, karena pendekatannya berbeda, menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Apakah yang satu meniadakan yang lainnya? Jawabnya tidak mesti, seringkali itu hanya pendalaman atau diwilayah mana objek itu mau diterapkan/digunakan.

Baca tulisan mengenainaya :
https://pendidikanpositif.com/…/islam-dan-arab-menimbang-p…/
https://pendidikanpositif.com/…/keindonesiaan-ku-menentuka…/

Dengan Mukadimah diatas, maka saya kutib Tulisan Kiayi Yusuf Muhammad tentang NALAR MODERAT (Tulisan ini disampaikan saat seminar International alumni Al Azhar di Lombok kemarin).

1. Nalar moderat adalah nalar yang memberi ruang bagi yang lain untuk berbeda pendapat.

2. Nalar moderat menghargai pilihan keyakinan dan pandangan hidup seseorang.

# Nalar Moderat menghormati keyakinan dan pilihan dan keputusan orang dalam hidup.

3. Nalar moderat tidak mengabsolutkan kebenaran sendiri sambil memutlakkan kesalahan pendapat orang lain.

# Nalar Modern tidak melihat hal yang benar dalam pikirannya dan semua yang salah.

4. Nalar moderat tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan atas nama apapun.

5. Nalar moderat menolak pemaknaan tunggal atas suatu teks. Setiap kalimat selalu mungkin untuk ditafsirkan secara beragam.

6. Nalar moderat selalu terbuka untuk kritik yang konstruktif.

7. Nalar moderat selalu mencari pandangan yang adil dan maslahat bagi kehidupan bersama.

Muhammad Alwi     Pendidikan Positif

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

JANGAN BONSAI NABI-MU

Maulid Nabi saw.jpgHari-hari ini, tumpah ruah pujian, sholawat, syair kecintaan dan beragam ekspresi kecintaan kaum Muslimin terhadap Muhammad saw atas kelahirannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

PISAHKAN AGAMA DENGAN ILMU PENGETAHUAN (Nalar Agama dan Pendidikan Kita)

ISIS 4

Pendidikan Islami

Saat kita bertanya-tanya, mengapa para cerdik-pandai di PTN-PTN ternama, justru setelah mereka sadar akan keberagamaan, mereka memilih faham-faham yang cenderung radikal dan intoleran? Mengapa kelompok “Truth Claim”, Takfiri, menjangkiti mereka? Fenomena “IPB dan HTI” kemarin adalah gunung es, yang dibawahnya sangat banyak sekali. Mengapa hasil survei juga menunjukkan seperti itu (PTN dan SMAN banyak faham rdikal dan intoleran disana)? Ada apa dengan pendidikan kita, utamanya pendidikan Agama, di sekolah dan PT? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Toleransi (Right to Differ)

Toleransi

Toleransi antar umat beragama dan antar Iman

Kalau kita mengacu pada wikipedia, maka makna toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

PLAY VICTIM (Merasa Diri Menjadi Korban).

Felix Banser Bangil.jpgBeberapa waktu yang lalu terjadi kisruh di pasuruan, tepatnya di Masjid Persis Manarul (Bangil). Dimana saat itu terjadi penolakan penceramah Felix Siauw (penceramah HTI/Khilafah) yang akan mengisi acara pengajian umum dimasjid tersebut. Disini terjadi dramatisasi dimedia sosial, seakan-akan Felix dan kelompoknya terdholimi dan menjadi korban amukan Banser. Apakah ini benar? Bahkan ada yang mengatakan Banser melanggar hukum, banser bisa dikenakan perpu pembubaran ormas dst. Marilah kita lihat duduk masalahnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar