4 Tujuan Pendidikan, Bentuk Kopetesi, Komunikasi Padagogi & Kriteria Keberhasilan

A. Tujuan Pendidikan :

Memperoleh Pengetahuan dan Ketrampilan

Bentuk Kopetensi          

  1. Penguasaan pengetahuan untuk memecahkan masalah.
  2. Selain aspek kognitif (akumulasi pengetahuan & ketrampilan), juga aspek sosial (mampu berkomunikasi, bernegosiasi, membangun hubungan kepercayaan, menafsirkan situasi)
  3. Sumber daya untuk mengidentifikasi & memecahkan masalah, menyiapkan dan mengambil keputusan-keputusan.

Komunikasi Padagogi   

  1. Penjelasan: menyiapkan bahan pelajaran atau kuliah, memahami, merancangkan urutan logis dan menyampaikan dengan jelas, menentukan tujuan umum dan tujuan instruksional khusus
  2. Menunjukkan permasalahan pokok. Sudah cukup bila pesan jelas, taat asas untuk dimengerti & dipelajari oleh pembelajar.

Kriteria Keberhasilan

  • Pembelajar paham, bisa mengulangi dan ikut bertanggungjawab secara pribadi proses pembelajaran.
  • Pembelajar mampu menerapkan sendiri proses pembelajaran itu.
  • Bisa menemukan lapangan kerja dengan pendapatan sesuai tingkat pendidikan

B. Tujuan Pendidikan

Orientasi Humanlstik.

  • Pengembangan penalaran, mempertanggung-jawabkan pemyataan, keyakinan dan tindakan.
  • Sasaran: memahami “apa” & ‘mengapa’ dari bahan yang dipelajari, meningkatkan kemampuan mengorganisasi pengalaman secara sistematis

Bentuk Kopetensi          

  1. Strategis: memperhitungkan aktlvltas Intenslonal yang menjadi titik-tolak memobilisasi satu kompetensi atau beberapa kompetensi.
  2. Kemampuan mobilisasi: orang profesional dituntut memiliki kompetensi lain, selain kualifikasi teknis.
  3. Dapat menerapkan norma keamanan, mekanisme kontrol, menganalisa kekeliruan, pencegahan kekeliruan, kerja-sama tim, dapat bernegosiasi atau memfasilitasi pertemuan.

Komunikasi Padagogi

  1. Apropriasi pedagogi dengan tanggungjawab tak terbatas
  2. Proses pembelajaran sebagian besar tanggungjawab pembelajar: bidang yang belum terolah membuat masuk ke situasi belajar.
  3. Inisiatif pembelajar penting. Pengajar menempatkan diri sebagai fasilitator & tutor metodologi yang melibatkannya dalam proyek pedagogis dengan tanggungjawab yang tidak kelihatan batas-batasnya.

Kriteria Keberhasilan

  1. Minat membaca & bisa mengerti materi yang dibaca, tampak dari ketrampilan mengungkap diri secara lisan & tertulis, gagasan teratur dan logis.
  2. Bisa menangkap pikiran orang lain tepat, menanggapi secara terbuka & kritis.
  3. Biasa belajar sistematis atas apa yang dilakukan dan mengadakan studi terbatas untuk membentuk pendapat sendiri.

C. Tujuan Pendidikan

Menjawab Tantangan Sosial-Ekonomi & Keadilan

  • Menyiapkan agar dapat mengenali, menjelaskan masalah masyarakat, mencoba memberi jawaban befdasarkan etika.
  • Warga negara memiliki keterampilan mengolah proses sosial, memiliki komitmen pada nilai-nilai demokratis: berpartisipasi daiam proses sosial-politik-ekooomi.

Bentuk Kopetensi          

Subjektif & Aksiologis:

  1. Subjektif: perwujudan potensi pembelajar, mampu bertindak dalam kontek, kesadaran sosia atau bernegara.
  • Kompetensi sebagai proses berkembang: ciri khas profesionalisme bidang tertentu.
  • Mengutamakan motivasi yang mengacu ke pencarian makna.
  • Kemampuan menilai tindakan melalui konsekuensi konsekuensinya.
  1. Aksiologis: pengembangan potensi pembelajar, tidak langsung kontekstual yaitu memberi orientasi, acuan, nilai untuk bertindak. Prioritas pengajaran bahasa, pengembangan? metode kerja & etika.

Komunikasi Padagogi

  1. Pengajar mengajak pembelajar membuat pertanyaan & menjawab, tujuannya mengembangkan kesadaran bertindak: mampu mengontrol kegiatan mental dengan mengarah ke tujuan (dialogis, tanggungjawab bersama)
  2. Pembelajaran timbal balik: tidak hanya membuat hipotesis, tapi merundingkan & mendiskusikan dengan yang lain, dengan pengajar (pakar language games)
  3. Pembelajar juga sebagai pengajar karena membantu teman-teman yang kurang paham materi pengetahuan, dengan cara mendorong pembelajar mencari cara baru menggunakan pikiran.

Kriteria Keberhasilan

  1. Tumbuh minat memahami dengan kritis perubahan yang berlangsung di masyarakat
  2. Pendidikan tidak membuat pembelajar terasing dari cara hidup orang-orang senegara yang berpendapatan rendah.
  3. Pembelajar peduli pada masalah ketidakadilan, konflik, penderitaan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
  4. Membentuk identitas profesional dengan berkembang rasa kepemilikan korp, termasuk dalam pendidikan profesi.

D. Tujuan Pendidikan

Kemajuan llmu pengetahuan

Bentuk Kopetensi          

  1. Objektif: terlatih, jeli & tajam dalam penelitian. Mengikutsertakan refleksi epistemotogi sejak awal penelitian. tidak cukup hanya pada penerapan atau menjawab kebutuhan
  2. Perlu konteks determinasi penelitian metodologis dan normatif, tapi sulit menemukan sponsor penelitian.

Komunikasi Padagogi   

  1. Dialogis, pelibatan penelitian: muali dari perencanaan (desain), pelaksanaan, sampai evaluasi
  2. Konteks determinasi penelitian pragmatis, methodologis, noratif.
  3. Pengkajian methodologi, methode, teknik, untuk mendapatkan epistemologi.

Kriteria Keberhasilan

  1. Penelitian memberi solusi masalah-masalah di masyarakat.
  2. Penemuan teori-teori baru.
  3. Menjawab masalah etika & mencegah penyalahgunaan ilmu dan tehnologi

 

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s