KEBODOHAN (TINGKAT 1 DAN TINGKAT 2).

foto muhammad AlwiMenarik melihat definisi Kebodohan dalam kitab Lisan al Arab karya Ibn Manzdur. Disitu disebutkan bahwa kebodohan itu ada 2, yaitu RINGAN dan BERAT. Kebodohan Ringan adalah kurangnya ilmu mengenai apa yang seharusnya diketahui, dan Kedua, Kebodohan Berat adalah keyakinan yang salah yang bertentangan dengan fakta ataupun realitas, meyakini sesutau yang berbeda dari sesuatu itu sendiri, ataupun melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dari bagaimana seharusnya sesutau itu dilakukan.
Kebodohan-kebodohan diatas jelas menyebabkan kesalahan, kekurangan atau kejahatan manusia. Tetapi kebodohan yang ringan bisa dengan mudah diobati dengan pengajaran biasa atau pendidikan, tetapi kebodohan yang berat, merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dalam pengangunan keilmuan, keagamaan dan moralitas individu dan masyarakat. sebab kebodohan jenis ini bersumber dari “spiritualitas/konsep dasar” yang tidak sempurna, yang karenanya bisa menjadikan penolakan pada kebenaran.
Saat orang-orang itu bodoh atau tidak mengetahui sesuatu karena kurangnya informasi, akan mudah diselesaikan dengan pengajaran dan pendidikan. Tetapi bila konsep berfikirnya yang salah, kita tidak mendiskusikan spiritualitas dalam arti hatinya (karena dalam hati siapa yang tahu). Logika-nya tidak benar, bahkan habitus yang merupakan hasil pengolahan jaring-jaring skemanya salah, tidak mengetahui bagaimana itu bukti, fakta, dan urutan logis. Maka seringkali menggunakan argumen yang bukan argumen, menggunakan data-data untuk mengambil kesimpulan yang salah. Dalam pendidikan dengan konsep Piaget ada Istilah mis-konsepsi (kesalahan yang diulang-ulang terus, karena salah konsep berfikir……dalam pelajaran Fisika sering didiskusikan dan diteliti tentang ini). Bila ini yang terjadi (Kebodohan jenis kedua), maka berat untuk diselesaikan…dan inilah yang banyak terjadi dalam masyarakat kita.
Kita bisa lihat diskusi Sunnah-Syiah dan Wahabi, bagaimana diskusi itu sudah ratusan tahun. Masalah dan jawaban bahkan argumentasinya ya itu..itu saja tidak berubah. Bagaimana yang bukan argumen menjadi argumen, yang bukan realitas dianggap realiats dst.
Demikian juga kasus-kasus akhir-akhir ini, sudah realitas tidak jelas, imajinasi menjadi realitas dan sayangnya itu didiskusikan dengan argumentasi yang juga sebagian Hoax. Kasus-kasu seperti ini, pendidikan dan pengajaran secara biasa tidak mampu untuk menyelesaiakn benang kusut itu. Dibutuhkan tidak sekadar tambahan informasi saja. Butuh waktu mengupgrade….keilmuwan masyarakat sehingga kejahilan-kejahilan level 2 itu bisa hilang. Dengan cara itu (menghilangkan kejahilan level 2)….maka bisa diselesaikan kasus-kasus pendidikan disekolah pandai, baik, agamis……tetapi menjadikan mereka hitam-putih, benar-salah, over claim dan radikal. Pandai, baik dan memiliki informasi dan skill, tidaklah cukup, bilai cara berfikirnya, daya nalarnya cukup miskin.
Wallahu A’lam bi Al Shawab

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s