BENAR ATAU/DAN BERMANFAAT : Renungan

Foto di Guci TegalSetiap pemikiran sosial selalu memiliki masalah 1) Antara sisi kebenarannya (epistemologi) dan Etis-nya. Kadang pemikiran itu secara intelektual sangat oke, valid dan terdukung dalam penelitian banyak hal, dll. Tetapi seringkali untuk mendapatkan ini kehilangan moment memenuhi kebutuhan. Sementara yang lain tepat waktu, memenuhi kebutuhan tetapi kecanggihan postulat, validitas dll, kurang baik.  2) Bagaimana Tranferability nya. Bagaimana mentranfer temuan-temuan di Barat misalnya, yang berbeda konteks dan pengandaian-pengandaian. Hubungan Epistemologi Pengetahuan dan Sosiologi Pengetahuan.

Contoh kongktet adalah masalah modernitas yang mengandaikan 1) Filsafat Subjektivitas, 2) Antroposentris-Humanisme, 3) Rasionalitas dan 4) Reflektif-Kritis. Lalu muncul masalah dan Pemikiran Postmodernitas, dengan mencoba mendekontruksi wacana-wacana besar, totaliter, dan membiarkan cerita-cerita lokal. Sekarang ini sangat/mulai marak dalam penelitian-penelitan di tingkat strata satu dan lanjut.

Pertanyaan untuk Refleksi-Kritis:

  1. Apakah tempat kita, negara kita sudah masuk Modernitas?? Bahkan Modernitas Lanjut, yang itu adalah pengandaian-pengandaian untuk berfikir Posmodern. Kalau belum maka akan bermasalah, disamping kurang bermanfaat, maka bisa masuk problem postmodernitas. Misalnya menjadi mengelak dari masalah. “Ini pandangan kelompok kami yang tidak harus sama dengan anda”, dan itu sah , “Ini Indonesia yang berbeda dengan barat”, “Tidak ada baik-buruk yang umum dan universal”, “Ilmu tidak bebas nilai……maka saya boleh dengan pandangan kami, daerah kami, kelompok kami, kepercayaan kami, agama kami dst…..yang mengelak refleksi kritis. Klaim-klaim yang dengan pisau postmodernitas bisa dibenarkan, tetapi sangat berbahaya.
  2. Sangat banyak Ilmuwan, Intelektual kita, menggunakan pisau analis terbaru yang dikembangkan di Barat, sementara dalam banyak hal….tatanan di masyarakat kita, masih sama dengan berpuluh-puluhan tahu negara-negara barat, penghasil ilmu-ilmu itu.

Kearifan memadukan antara sisi epistemologis, validitas dan pragmatisme sangat penting sekali. Banyak kebijakan-kebijakan dalam banyak hal (khususnya Pendidikan) yang kami lihat berkena problem ini.

Dengan jargon, dalam era persaingan global, untuk mengejar ketertinggalan dengan dunia maju, era informasi dst…dst. Maka kita menggunakan kurikulum terbaru, pendekatan dengan siswa yang over permissive, persiapan guru, sekolah dll yang menurut saya.Tidak Pas dengan kebutuhan realitas kita. Contoh Kurikulum berbasis IT, Pergantian-pergantian kurikulum, dengan kondisi negara kita, dst..dst. Kadang hanya gaga-gagahan, karena secara rasional/epistemologis itu benar….tetapi sebenarnya secara sosiologis tidak pas.

Bila ini dilakukan dan sering dilakukan, maka, tidak hanya program itu menakdirkan dirinya untuk gagal, karena tranferability tidak pas. Juga mengganggu tatanan masyarakat secara umum, yang belum siap dst…disamping itu juga menyebabkan frustasi, karena memang tidak mungkin/mustahil dilakukan serta tidak kalah masalahnya adalah meng-cancel program sebelumnya, yang itu butuh waktu pelaksanaan dan keterterimaan dst……dst.

Wallahu a’lam bi Al Shawab
Muhammad Alwi, Peminat Studi Filsafat dan Agama. Studi Manajemen Pendidikan.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s