ENGKAU YANG MEMBUNUH, ENGKAU PULA YANG MENTAKZIA-I.

Munafik oke.jpg

Munafik : Engkau Yang membunuh Engkau Pula yang mentakzia’i

Pagi ini seperti biasa selepas mengantar anak sekolah, saya singgah dulu dikamar untum melihat Laptop dan Hp, mungkin ada messege atau info lainnya.

Saat saya membuka WAG (Yang isinya guru-guru/pendidik di seluruh Indonesia), saya tertarik dengan salah satu postingan tentang al-Aqso (Palestina). Sebenarnya di group ini dan semacamnya sudah sering dilarang (oleh anggotanya) untuk posting-posting yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan (karena dulu sering dijadikan ajang kampanye ajaran tertentu, juga isu politik pilkada DKI).

Saya membaca postingan itu, awalnya menarik dan cerita bagaimana sucinya al Aqso serta data-data tentang nama-nabi dahulu yang melestarikan al Aqso. Disamping juga cerita, bagaimana Israel sekarang sedang melarang ummat Islam sholat disana bahkan katanya akan dihancurkan dan seterusnya.

Yang miris dan membuat hati saya kecut adalah, cerita itu tiba-tiba berbelok arah, menyentil negara para Mullah (IRAN). Negaranya Imam Khomeini dan para Mulla itu dikatakan berbagai hal. Iran dikatakan bersekongkol dengan Israel, Yahudi bahkan Dajjal, bla..bla..bla.

Yang saya tidak habis pikir, apakah mereka ini tidak tahu, bodoh, pura-pura tidak tahu, atau tidak mau tahu. Iran adalah negara yang sejak Imam Khomeini sukses dengan revolusinya adalah negara yang paling anti Israel dan dimusuhi barat (serta Arab). Bagaimana negara itu, dikatakan bersekongkol dengan Israel untuk menghabisi rakyat Palestina.

Apakah mereka tidak tahu siapa yang membela HAMAS, siapa itu Hizbullah, siapa itu Syuria (yang sangat melindungi HAMAS dll). Lihatlah syarat yang ditetapkan Saudi pada Qatar tentang Hamas? Mengapa tekanan seperti itu terjadi?

Okelah kalau mereka tidak tahu tentang Iran, apakah mereka juga tidak tahu tentang Turki (dengan Erdogan), yang sekatang ini membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan hubungan dagangnya sangat pesat antar kedua negara itu?
Apakah mereka tidak tahu Saudi Arabia? Yang demo anti Israel dilarang, yang politik luar negerinya seperti itu? Bagaimana dengan Qatar? Bagaimana hubungan diplomatik antar mereka?

Saya miris, bukan karena apa-apa. Tetapi bagaimana media, informasi yang dihembuskan oleh barat yang diamini oleh kaum muslimin. Bagaimana informasi yang mereka terima bisa membalik 180 derajat dari fakta yang ada?

Kalau kita seperti ini (saat melihat kasus Palestina-Israel). Tidak mampu melihat yang “kasat-mata”, apalagi yang pelik-pelik? Lalu bagaimana kita mau membela Palestina. Disaat yang sama kita melemahkan yang paling potensial membela Palestina.

Saat kita berbicara tanpa data, hanya nafsu, kepicikan, sentimen madzab dst. Maka seakan kita membela Islam, sebenarnya kita sedang memperlemahnya.

Kita bicara membela Palestina melawan Israel. BOHONG. Sebab disaat yang sama kita menyalahkan tanpa bukti, memukul mundur potensi-potensi Islam yang secara serius melawan Israel (seperti Iran dan Syuria). Bukankah kita berarti membela Israel?

Mungkin benar perkataan, bahwa “Musuh terbesar ummat islam saat ini adalah kebodohan (dan kemiskinan)”. Saya sengaja memberikan kurung pada kemiskinan, sebab bukan kemiskinan yang benar-benar problemnya, tetapi kebodohan.

Semangat Islam kita punya. Kita bisa lihat Islamisasi di Indonesia. Bagaimana upaya menjalani hidup yang Islami dilakukan.
Jilbab bahkan tidak hanya jilbab tetapi jilbab yang syar’i, berjenggot, perda syariah, sholat tepat waktu, celana cingkrang (gantung), anak-anak di PTN banyak yang ikut halaqah-halaqah, duduk dikampus-pun sudah dengan kesadaran atau diarahkan sedikit-sedikit, dipisah laki-laki kanan dan perempuan kiri dst. Tayangan telivisi sudah ada Tahfidz Qur’an, anak-anak kecil menghafal al Qur’an, dst.

Tetapi, Hirrah, semangat Islam yang tidak dibarengi oleh Keilmuwan yang baik/cukup, maka akan mudah diarahkan atau terpengaruh, serta makan apa saja, “jajanan yang ditawarkan”.

Saat kita teriak-teriak, demo membela Palestina, tetapi negara itu berdagang dan berhubungan diplomatik dengan Israel? Apa itu maknanya?
Saat kita berteriak-teriak, demo, membuat poster, menggalang dana masyarakat untuk solidaritas Palestina, tetapi disatu sisi, disaat yang sama kita melemahkannya, melemahkan Islam, melemahkan persatuan Islam, menyalahkan menyesatkan, membid’ahkan, mensyirikkan bahkan mengkafikan orang lain. Apa maknanya?

Apa itu kita membela Palestina? Apa itu bukan malah melemahkan Islam? Melemahkan perjuangan Palestina, dan itu sama saja dengan membela Israel?

Memang, ENGKAU YANG MEMBUNUH tetapi ENGKAU PULA YANG MENTAKZIA-I.
Muhammad Alwi
Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s