J.P. SARTRE, KALKULASI DAN KALKULATOR TUHAN

Kalkulator.jpg

Kalkulator Tuhan

Ada seorang mahasiswa yang berpakaian jeans, kaos oblong, rambut dikuncit kebelakang, dengan tas yang sepertinya berisi buku-buku yang cukup serius. Sepintas sebenarnya dia tidak cukup ‘Islami” dengan kategori tertentu tetapi, melihat pertanyaannya, terlihat remaja itu banyak berfikir daripada ritual. Pertanyaannya cukup menggelitik.

“Ustad, boleh tidak kita menyiasati beribadah pada Allah”? Dengan Ibadah Cerdas? Katanya dengan santai?
Ustad itu agak bingun, “Apa Maksudmu dengan Ibadah cerdas itu Mas?”
“Begini Ustad, Ibadah yang tidak terlalu banyak, tetapi hasilnya atau bobotnya adalah banyak dan besar.”
Sang Ustad lalu berkata, Ooh begitu, Mas, kata sang Ustad. “Tuhan itu Maha Cerdas, disamping itu juga Maha Adil”, melebihi konsep keadilan Karl Marx dan juga Adam Smith, juga John Rawl dengan Konsep Keadilannya.
Maksudnya Ustad? Timpal anak itu…..agak mengerutkan dahi sambil terlihat asyik, dengan kutipan-kutipan tokoh-tokoh yang familier pada dirinya, tetapi sekarang dihubungkan dengan pahala, dosa bahkan dunia-akhirat dan Agama.

Begini Mas, kata sang Ustad. “Tuhan itu selalu melihat potensi, hambatan, lingkungan, tantangan, usaha, juga nilai daripada ibadah-ibadah itu”.
Maksudnya Ustad? Sergahnya lagi. “Begini Mas”, sambil memperbaiki posisi duduknya, terlihat sama-sama ingin lebih memahami.
Banyak Nash (dalam al Qur’an juga Hadist) yang mengatakan bahwa, bila kamu melakukan ini dan itu, maka pahalanya, akan diampuni oleh Allah dosa-dosamu, akan diberikan Rizki melebihi dunia dan segala isinya dst….dst. Akan diberikan ini dan itu sekian dan sekian”. “Itu bukan kiasan mas, itu bukan basa-basi, itu real walauapun tidak totalitas realnya seperti kita pikirkan.”

Tetapi anda juga harus melihat bahwa, banyak Nash (Al Qur’an dan juga Hadist), yang mengatakan bahwa bila kamu melakukan ini dan itu, maka akan dihapus amal-amal-mu, melakukan zina akan hilang amal-amal kita selama sekian tahun, KHIBAH akan dihapus amal baik kita selama 40 hari dst..dst. Semua itu benar, dan kita mesti mempercayainya, sebab itu khabar dari langit (diluar kemampuan akal kita).

Ada hadist yang mengatakan, “Dunia adalah lahan pertanian di akhirat”. Maka semua yang kita tanam disini (didunia ini), maka wujud ukhrawinya, alam imaterialnya akan terlihat di alam akhirat kelak. Tangan kita, kaki kita, kepala, mata dst..akan mewujudkan diri dalam bentuk imaterialnya. Makanya dikatakan nanti di akhirat, ada orang yang akan berjalan dengan Perutnya, akan buta matamya (karena sejak dialam dunia, dia sudah buta pada hakekatnya), ada yang berjalan terbalik, tangannya dirantai (sebab itu adalah wujud real/immaterial/ukhrawi) dari perilaku kita di dunia (atau apa-apa yang kita tanam di dunia).

Akhirat adalah hasil (panen), imaterial/ukhrawi apa-apa yang kita tanam di dunia. Begitu Mas, kata Ustad tadi, memperpanjang penjelasannya.

Lalu bagaimana dengan, “amal ibadah cerdas?” Kalau Maksudnya Ibadah saat bulan puasa (karena Allah menjanjikan itu dilipat gandakan dst), maka itu boleh dan sah. Tetapi janji itu untuk semua orang.

Sebenarnya, tidak ada amal ibadah cerdas Mas. Sebab dengan keadilan Allah, semua potensi diperhitungkan. Dikatakan bahwa “AMAL IBADAH TERBAIK ADALAH AMAL IBADAH TERSULIT YANG KALIAN LAKUKAN.” Sementara kesulitan itu akan berubah menjadi kemudahan bahkan kebiasaan, setelah sekian lama.

Contoh : Saat kita belajar membiasakan diri sholat Tahajjud, maka Tahajjud nilainya besar sekali buat kita, karena itu sulit kita lakukan, tetapi saat itu sudah menjadi kebiasaan kita, nilai amal itu menurun, sesuai dengan kemudahannya.

Jadi anda harus mencoba amal lainnya, misalnya sodaqoh, yang buat orang pelit (orang-orang tertentu) sangat sulit dan mudah buat yang lainnya.
Ada yang menuntut ilmu, berdiskusi itu mudah untuk manusia-manusia X, dan sulit untuk manusia Y, dst…dst.

Disinilah Islam, Tuhan mengharapkan kita menjadi SEMPURNA. Apa itu sempurna? Sempurna adalah melakukan kebaikan dalam semua perspektifnya, semua sisinya.

Urusan Sodaqoh hebat, membantu orang hebat, ibadah sholat, dzikir hebat, jihad (berperang, menegakkan amar makruf nahi munkar) hebat, dalam rumah tangga hebat dst..dst. Itulah yang dicontohkan oleh Rasul saw juga sahabat-sahabat terpilih.

sartre1

Filosof Eksistensialis : J. Paul Sartre

Belum lagi Allah juga melihat potensi, tingkat kesulitan, tingkat pemahaman dll dan seterusnya. Makin sulit makin tinggi nilainya. Belum lagi Allah juga melihat keihlasan dst..dst.

Setiap langkah akan ada perhitungan-perhitungan baru sebab seluruh konfigurasi yang melingkupinya, demikian juga HAMBATAN, potensi kita berubah, maka KALKULASI kalkulator Tuhan juga berubah perhitungannya.

Kita bisa contohkan disini seperti PERMAINAN CATUR. Saat satu bergerak, maka potensi, ancaman dan kesempatan lainnya juga berubah.

Itulah kebenaran ucapan Paul Sartre (Filosof Eksistensial-Humanis ), bahwa perbuatan kita sekalipun dalam “saat” kerjanya tetapi pengaruhnya “unlimited, tak terbatas”, Mengapa? Sebab perbuatan itu mempengaruhi konfigurasi dan jalin menjalin pengaruhnya di seluruh alam.

Makanya Mas, tidak usah berfikir ibadah cerdas, ibadan cermat dan efisien, sebab semua yang kita lakukan belum tentu diterima olehNYA (karena kelemahan syarat dan syurutnya). Disamping itu semua kemampuan dalam ibadah kita-pun sebenarnya adalah pemberian darinya. Kemampuan beribadah, menangis, khusuk itupun juga dari-NYA.

Yang penting lalukan kebaikan-kebaikan, tidak melakukan kesalahan-kesalahan (dhohir ataupun batin), seperti menceritakan kebaikan kita, riya’, khibah, sombong, dst.

Rasul saw dan para sahabat terpilih selalu memohon ampun (itu bukan basa basi), sebab itulah yang paling layak dilakukan oleh mahluk terhadap Raja di Raja, Yang Maha segala sesuatu.

Kita perlu Ingat Mas, bahkan tentang Ke-Dirian Kita pun, Allah lebih mengetahui daripada Diri kita sendiri.
Jadi Mas, berbuatlah yang baik, sebaik apa yang mampu anda lakukan, hindari keburukan-keburukan, serta berdoalah padaNYA.

Ya Rabb Ampunilah Kami, Ya Rabb Ampunilah Kami, berilah pengetahuan, tambahlah pengetahuan, sesuatu yang benar itu tampak benar dan yang salah itu salah.
Ya Allah….berilah kami Akhir Yang Baik, Kesudahan yang baik. Amien3x.

Dialog yang masuk akal??

Muhammad Alwi
Edisi :#MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s