SARACEN?

Saracen 2.jpgApa itu Saracen? Saracen adalah sebuah group yang terorganisir dengan kemampuan cukup canggih di dunia maya. Mereka menggiring opini khususnya penyebaran isu SARA. Mereka berperan sebagai agen kekacauan (agent of chaos) yang menjual kebencian untuk mendulang keuntungan.

Penggiringan opini apalagi berhubungan dengan hate speech (ujaran kebencian, provokasi, hasutan dst) akan sangat berbahaya apalagi itu dilakukan dengan terorganisir dan dengan dana cukup, dilakukan oleh orang-orang profesional.

Mengapa ini dilakukan? Saya berfikir ada beberapa hal, 1) Niat murni mengacaukan bangsa kita (ini akan sangat mungkin dilakukan oleh pihak asing, lawan politik atau lawan ekonomi Indonesia dst). 2) Secara ide mereka setuju dengan konten-konten itu (walaupun intensitasnya berbeda-beda). Misal isu SARA itu disukai, diminati dan disetujui oleh kelompok tertentu dari kita sendiri. 3) Ada dana yang ditawarkan (keuntungan, gaji, proposal dst).

Baca juga : SARACEN DAN SANGKUNI

Bagaimana ini laku dengan sangat massif?

Mereka sepertinya tahu target pasar yang mereka tuju. Bahkan bahasa apa yang dipakai di medos yang berbeda dengan bahasa umumnya, mereka faham. Mereka itu tahu konten apa untuk kelas sosial apa-apa saja dst. Positioning, target pasar bahkan menggarap ceruk-pasar ini dilakukan oleh mereka. Pengetahuan marketing, psikologi massa dikuasai dengan baik. Bagaimana konten ibu-ibu, mahasiswa, anak-anak SMA dst.

Ada beberapa bahaya yang sangat mengkhawatirkan dengan kasus ini. 1) Masyarakat yang penuh dengan kebencian, disuplai dengan data, informasi hoax tentangnya, akan mudah tersulut untuk saling menyalahkan dan konfrontasi. 2) Saling menyalahkan, saling tuding pasti terjadi dan itu rawan terhadap penglihatan yang proporsional. 3) Dalam masyarakat yang rasa ketidak percayaan tinggi, maka hampir semua potensi akan lumpuh. Sebab apresiasi, saling menyalahkan, kerjasama dan sinergi tidak mungkin dilakuan. Kalau ini ada dalam masyarakat kita, maka bagaimana kita mampu membangun?

Baca Juga : ERA POST-TRUTH

Apa yang mesti dilakukan?

Tidak ada lain kecuali Taklim dan tarbiyah (Pendidikan dan pengajaran) atau mengedukasi masyarakat dan diri sendiri.

1) Secara pribadi kita mesti menjadi editor buat diri kita sendiri. Karena informasi yang sulit dipastikan, banyak bertebaran hoax yang dikemas sedemikian rupa. Kalau tidak, maka bisa jadi niat baik menjadi pemicu kebakaran. Niat ingin mendapat pahala tetapi justru dosa/kekacauan yang kita dapat.
Atau lebih baik kita bermain dan mengkonsumsi serta menyebarkan kontent “kebaikan umum”. Sehingga grey-area tidak banyak kita sentuh, atau lainnya. Dengan itu kita akan menjadi sejuk dan menyejukkan.

2) Harus ada “kelompok kecil” orang yang mengedukasi masyarakat, sekali lagi bukan banyak orang apalagi semua orang (dengan alasan, sampaikan kebenaran atau berhujjah dengan berkata, ‘sampaiakan walau satu ayat’). Bila banyak yang melakukan, maka sangat mungkin kita/orang-orang itu bisa masuk kategori yang pertama (no 1).

3) Media meinstrem (jelas alamatnya, redaksi dst), perlu memperkuat diri dan diperkuat. Tidak ikut-ikutan terjerumus untuk oplah, up to date, tercepat, dan memberitakan hal-hal yang exotic tetapi tidak jelas juntrungnya.

4) Pemerintah juga perlu melakukan edukasi, dengan konten cerdas, memberikan sanggahan/analisa hoax, bahkan mungkin membuat software atau aplikasi, web untuk cek and riceks sebuah kabar hoax/tidak.

Misalnya kasus provokasi antara Malaysia dan Indonesia, banyak dilakukan (bahkan dengan editing video, berita hoax), ini akan menyulut rasa benci, kemarahan bahkan hal-hal lain yang tidak diinginkan antar masyarakat dua negara.

5) Pemerintah juga perlu memberikan pelajaran kepada media, akun atau orang-orang yang sengaja menyebar berita-berita itu. Sebab berita-berita itu merugikan kelompok lain, menjadikan rasa cemas, ketidakpercayaan, dongkol, amarah dst. Yang bisa merusak hal-hal yang sudah diupayakan, baik itu pembangunan, solidaritas kebhinekaan dalam berbangsa dan bernegara kita.

Sekali lagi, kehati-hatian adalah diperlukan didunia yang sudah penuh kebohongan dan hoax. Pemerintah juga perlu sadar bahwa opini yang tergiring, terorganisi dengan tujuan jelek….akan mampu menghancurkan pembangunan yang sudah diupayakan berpuluh-puluh tahun lamanya.

“Kebenaran, adalah apapun hanya layak dilakukan kecuali bersandar kepadanya”.

Muhammad Alwi
Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Lain-lain, Psikologi dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s