Sikap Habaib dan Nalar Moderat : Terhadap Ucapan selamat Hari Natal

habaib Indonesia.jpgHABAIB : Memaknai Semangat Toleransi : Hari Natal dan Tahun Baru. (Habib Umar bin Hafidz dan Habib Ali Jufry).

“Dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai ummat yang pertengahan….” (Al Baqarah, 2 : 143).

Selalu ribut saat “Hari Ibu, 22 Desember”, Hari Natal 25 Desember” dan “Tahun Baru Masehi, 1 Januari”. Mengapa ini ribut-ribut? Sebab ada yang mengatakan itu “HARAM”. Kalau dahulu saya kecil, saya hanya banyak mendengar…sudahlah ngapain ikut-ikutan Tahun-Baru-an, itu bukan budaya kita…itu bukan Tahun-Baru Islam dst.

Tetapi sekarang ini, setelah kelompok-kelompok tertentu menyeruak, medsos dirumah-rumah bahkan dikamar mandi, mengatakan itu HARAM, bahkan bisa menyebabkan…ini dan itu, maka diskusi Halal-Haram masalah itu ramai didiskusikan..dibicarakan. Dan akhirnay memang mesti dijelaskan.

Kemarin saya mengatakan bahwa …..ini urusan PERSEPSI DAN INTERPRETASI saja (lihat dibawah). Sehingga keduanya (yang setuju dan tidak) punya hak yang sama. Tetapi ekstrimitas mesti kita jaga, jangan sampai terjadi.

Sikap pertengahan bukan berarti permissif (serba boleh), tetapi mengambil yang tengah-tengah yang baik.

Apakah mengucapkan “selamat hari natal” diperbolehkan?
Saya mencoba mengambil 2 tokoh yang di Indonesia (khususnya para Habaib, para Sayyid) menganggapnya sebagai panutan. Pertama adalah Habib Umar bin Hafidz dan yang kedua adalah Habib Ali Al Jufry.

HABIB UMAR Berkata :

Habib Umar bin Hafidz.jpg

Habib Umar bin Hafidz

Saat Diskusi bedah buku diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

HABIB ALI JUFRY Berkata

Habib Ali al Jufri.jpgOrang yang mengharamkan mengucapkan selamat Natal kepada orang Nashrani mereka tidak mendatangkan Hujjah yang melarang mengucapkan selamat Natal, akan tetapi mereka berhujjah kalau mengucapkan selamat Natal berarti meyakini akan ketuhanan Yesus. Sungguh tidak ada hubungan sama sekali, sebab seorang Muslim yang mengucapkan Natal tetap tidak meyakini dengan ketuhanannya Yesus, sama halnya dengan orang Nashrani mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri atau Selamat atas kelahirannya Nabi Muhammad saw bukan berarti mereka berikrar sebagai Muslim.

Dari kedua tokoh itu saya pikir sudah jelas…bahwa diperbolehkan untuk mengucapkan “SELAMAT HARI NATAL”, Tahun Baru dll. Sebab realitasnya kita (minimal saya, dan orang lain yang saya tanyakan….dll). Mereka mengucapkan itu tanpa sedikitpun kepercayaan dan iqrar dalam hal-hal lainnya.

SIKAP EKTRIMS

Saat ada kelompok tertentu yang melakukan ekstrimitas, baik penolakan maupun pelarangannya, maka akan ada ‘gaya’ lain yang menolaknya.

Bagi yang yakin itu ‘haram’, maka yakini itu dengan sikap toleransi (right of differ = hak untuk berbeda). Bagi yang yakin bahwa itu boleh, bahkan baik untuk kerukunan…juga lakukan dengan toleransi (right to differ).

Baca: Toleransi (Right to Differ)

Disinilah diperlukan NALAR MODERAT, Sebuah Nalar yang
1) Memberi ruang bagi yang lain untuk berbeda pendapat.
2) Menghargai pilihan keyakinan dan pandangan hidup seseorang.
3) Tidak mengabsolutkan kebenaran sendiri sambil memutlakkan kesalahan pendapat orang lain.
4) Tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan atas nama apapun.
5) Menolak pemaknaan tunggal atas suatu teks. Setiap kalimat selalu mungkin untuk ditafsirkan secara beragam.
6) Selalu terbuka untuk kritik yang konstruktif.
7) Selalu mencari pandangan yang adil dan maslahat bagi kehidupan bersama.(Ummat Pertengahan).

Baca Juga :
MAKNA NALAR MODERAT
TOLERANSI DALAM AL QUR’AN

Lalu BAGAIMANA AL QUR’AN/ISLAM mengajarkan TOLERANSI?

Mestinya kita mengajarkan untuk tidak bersikap foya-foya, hedonis, tahun baru yang mungkin hanya hura-hura, budaya barat….tahun baru non-muslim yang kita “tidak mesti” merayakannya dst.

Tetapi bila itu disikapi dengan kata-kata “itu haram”, “itu perilaku Kufr”..itu ini dan itu, maka diskusi countra-produktif dan sikap lawannya pasti akan terjadi. Dan itu sebenarnya tidak baik untuk keseluruhan.

Wallahu A’lam

Muhammad Alwi Pendidikan Positif
Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s