Apa itu Bahagia dan Kesuksesan Sejati?

Hand Book Psychology Positive

Hand Book Psychology Positive

Apa itu sukses? Secara sederhana seluruh manusia ingin menjadi sukses. Walau sukses mungkin lebih mudah dibuktikan daripada dikonsepkan. Sukses itu lebih kasat mata, bukan teoritis….sebab kata Napoleon Hill, “ Sukses tidak perlu penjelasan, dan kegagalan tidak memiliki alibi”. Semua manusia ingin sukses dan bahagia, bahkan kata Erbe, Kesuksesan itu sebenarnya default factory setting (fitrah) pada manusia.

Tetapi mengapa manusia banyak yang gagal dalam meraih kesuksesan, mengapa mereka sering salah sehingga bukan sukses yang didapat, tetapi sukses with toxic (sukses beracun), yang sebenarnya bukan kesuksesan?Orang mudah melihat orang sukses, seperti; punya rumah mewah, punya mobil, punya anak-anak yang baik, punya kesehatan bugar, punya teman-teman yang banyak, punya safety dalam financial; seperti asuransi kesehatan, kecelakaan, hari tua dll…..juga sukses dalam karier (punya jabatan tinggi, gaji cukup besar, waktu luang cukup dst), dalam pendidikan misalnya; Indeks prestasi bagus, mampu kuliah ditempat bergengsi, kemampuan bersaing bagus dengan persiapan keilmuan cukup (Matematika, B. Inggris, Arab, Komputer, Sejarah, dst)…..mungkin ditambah untuk kaum agamawan, mampu menyumbang masjid (karena uang banyak, sholat 5 waktu tidak tertinggal, puasa, haji, sumbangan-sumbangn lain, gereja, pure dst…bagus).

Ini adalah contoh-contoh kesuksesan, dimana memang lebih mudah diperlihatkan contohnya daripada dikonsepkan.
Sukses perdefinisi sebenarnya adalah sama dengan bahagia. Sebab sukses adalah meraih apa yang diinginkan…hanya bedanya sukses (dewasa ini) seringkali toxic, sebab sukses hanya diartikan parsial yaitu material (inilah kesalahan prioritas dalam sukses secara umum dewasa ini). Tetapi kalau kita mau melihat yang sebenarnya antara sukses dan bahagia adalah sama.

Dalam Islam, kata al Qur’an yang paling tepat menggambarkan kebahagiaan adalah kata aflaha (QS; 20:64, 23:1, 87:14, 91:9). Kamus bahasa arab klasik merinci makna falah derivasi aflaha adalah: kemakmuran, keberhasilan atau pencapaian apa yang diinginkan atau kita cari; suatu yang dengannya kita berada dalam keadaan bahagia atau baik; terus menerus dalam keadaan baik; menikmati ketentraman, kenyamanan, atau kehidupan yang penuh berkah; keabadian, kelestarian, terus menerus, keberlanjutan. Artinya disini tanpa memperpanjang kata, maka sukses = Bahagia. Atau dalam bahasa lain Bahagia adalah Sukses tanpa efek samping.

Buku ku....bagus

Buku : Belajar Menjadi Bahagi dan Sukses Sejati (Muhammad Alwi)

Pendidikan ditengarai merupakan salah satu pokok, dimana orang itu mampu untuk dapat meraih kesuksesan….bahkan ini adalah satu-satunya cara untuk mobilitas keatas, meraih karier, pangkat, kedudukan, kekuasaan, kekayaan, pemahaman, kesadaran, dst. Pendidikan adalah sumber yang paling menentukan bagi pertumbuhan ekonomi, keberhasilan pribadi, dan dengan demikian sebagai jalan kemakmuran dan kesejahteraan (Johanes Muller: Hochschule fur Philosophie, Muncen, Jerman). Tapi apakah benar seperti itu? Pendidikan seperti apakah yang benar-benar mengarahkan kesuksesan yang sebenarnya? Bukankah ada istilah “Padagogy Hitam” kata Freire (Pendidik kaum Marxian).

Mungkin secara mudah dapat dikatakan, Ya pendidikan yang sebenarnya-lah yang seharusnya mampu mengantarkan mereka kesana (pendidikan seperti apa itu?). Lalu apa itu sukses tanpa efek samping, bagaimana kita bisa bahagia? Bagaimanakah model pendidikan yang sebenarnya itu? Sehingga memampukan kita menjadi bahagia, menjadi sukses tanpa efek samping. Inilah pertanyaan-pertanyaan yang akn diuraikan dalam konsep yang bernama Psikologi Positif, Pendidikan Positif dan Sekolah Positif.

martin seligman oke

Martin Seligman Directur APA (Asosiasi Psikologi Amerika) dan Penggagas Psychology Positive

Sebuah terobosan dalam Psikologi yang digagas oleh Martin Seligman
dalam tulisannya Oxford Review Education: Vol. 35, No 3, Juni 2009, hlm 293-311, “Positive Education: Positive Psychology and Classroom intervention”, Psikologi Positif bukan psikologi untuk menyembuhkan tetapi psikologi untuk melihat dan menghasilkan manusia-manusia unggul.

Pendidikan Positif didefinisikan sebagai pendidikan yang mengajarkan atau bertujuan untuk kedua keterampilan sekaligus yaitu Keterampilan Tradisional (Skill of Acheivement) dan Keterampilan Mencapai Kebahagiaan (Skill of Will-Being).

Baca juga :
Mengapa Perlu Pendidikan dan Sekolah Positif?
Apa itu Psychology Positive dan Mengapa sangat diperlukan di sekolah?
Haruskah Psikologi dan Pendidikan Positif diajarkan di sekolah?
Minat – Bakat dan Pendidikan Positif

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s