ISLAM DAN EGO KEKUASAAN?

Teori Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Islam dan Sejarah

Islam sebagai Agama ada karena Muhammad saw. Setelah Rasul saw wafat, maka Islam sudah tiada lagi (di Madzab Sunnah), yang ada adalah Interpretasi Islam. Sebab Hakim Tunggal yang menyatakan ini benar-dan salah sudah berpecah menjadi sejumlah sahabat. Dan kesepakatan-kesepakatan mereka itulah yang dianggap benar (walaupun seringkali tidak pernah ada kesepakatan mutlak), sementara yang tidak bersepakat dianggap juga Islam.

Di Syiah (anggap Syiah 12 Imam yang mayoritas disana). Islam masih ada, karena hakim dari Rasul saw diserahkan (menurut kepercayaan mereka) ke Ali dst sampai Imam mereka yang ke 12 (Ghaib). Setelah Ghaibnya Imam mereka (868M/225H), maka kasus bahwa tidak ada Islam (Versi Syiah), yang ada adalah Interpretasi Islam. Sebab ulama-ulama mereka tidak bisa mengklaim hakim dan itu terpecah-pecah sesuai dengan ulama-ulamanya.
_____________________________

Mengapa ini perlu disampaikan? Sebab kita hidup diera sekarang ini, yang hanya mampu membuat “KESEPAKATAN INTERPRETASI ISLAM” yang menurut kita, itulah yang paling mendekati apa yang DIAJARKAN RASUL SAW dan DIMAUI TUHAN.

Apakah interpretasi kita benar? Paling benar? Tidak ada klaim itu, yang ada adalah lewat dialog intersubjektif, kesepakatan-kesepakatan ulama atau mayoritas itulah yang dianggap menentramkan, dianggap benar. Dan itu diurapi oleh hadist : Ummatku tidak ada bersepakat terhadap keburukan, atau suara ummat itulah suara Tuhan, konsep jamaah dan Ijma’ dikonsepsikan dst.

Sejarah Islam

Islam dan Sejarah Kehancuran Bagdad diserang Mongol.jpg

Islam dan Sejarah Kehancuran Bagdad diserang Mongol

Setelah Rasul dan seterusnya, Islam boleh dikatakan JAYA dan HEBAT. Islam dan semangat Islam yang mengurapi masyarakat ‘Arab’ dan sekitar mampu mengungguli Budaya dan Agama lain  (Kristen serta Persia dan Romawi).

Pertanyaannya…..Mengapa Islam dan Muslimin Hebat?

Kerajaan Islam dibuat sejak

Muawiyah (Suria/Syam), Periode 661 -750 lalu ke
Abbasiyah (Baghdad), Periode 750 -1258
Abbasiyah di Kesultanan Mamluk Mesir (1261M – 1517M)
Fatimiyah (Mesir), Periode 910 -1117
Safawid (Iran), Periode 1501- 1722
Mughal (India), 1526 – 1857.
Otmaniyah (Turki) Periode 1517 – 1924

Administrasi, Militer, Pembangunan, Penataan baik Keilmuwan, Ilmu pengetahuan Yunani dlsb masuk. Termasuk bagaimana stratifikasi masyarakat dibuat.

Apakah mereka Islami (menggunakan petunjuk Islam?)
Apakah penataan-penataan itu Islami?
Apakah kemajuan-kemajuan itu disemangati oleh Islam?

Mana yang Islami dan mana yang bukan? Mungkin sulit dipilah tetapi Kerajaan dan Perilaku Raja-raja itu banyak yang tidak Islami sangat-sangat jelas.

Mungkin ada “Hadist Ramalan” (Masuk FIKSI menurut Rocky Gerung), Bahwa Islam ada periode 1000 tahunan. Artinya Islam jaya 1000 tahun dan runtuh 1000 tahun.

Islam mulau tahun 600M-an lalu akan jaya sampai 1600an. Setelah itu mulai mundur-mundur dan runtuh. Mungkin itu meriode perang salib, walaupun Islam tidak bisa dikatakan kalah tetapi kemunduran-kemunduran dan tantangan-tantangan serta serangan-serangan dari luar, Islam lebih banyak dalam kondisi BERTAHAN.

1258 Bagdad jatuh ke Mongol dengan sangat mengerikan….Walaupun masih tetap bertahan sebab Mongolnya sendiri akhirnya menjadi Islam di Timur Tengah. Mereka masih melakukan serangan-serangan ke kerajaan Rusia dst. Tetapi sejak 1600 kerajaan Islam mengecil dan banyak yang masih bertahan dengan perjanjian dengan negara lain atau konsesi-konsesi lainnya.

Islam dan Sejarah Pelayaran dan Kekuatan Armada Spanyol.jpg

Islam dan Sejarah : Kekuatan Armada Kerajaan Portugis

Kerajaan Spanyol, Portugis dan Inggris juga Rusia sudah mulai merangsek wilayah-wilayah Islam…dan supremasi Islam lambat laun dikalahkan oleh mereka sampai benar-benar lumpuh dan dijajah.

Timur Tengah (Aljazair, Bagdad, Maroko, Tunisia, Mesir dll) diacak-acak oleh Perancis dan Inggris, Mughal (India) dikuasai Inggris dst. Asia Kecil dan dekat dikuasai oleh Rusia dst. Dunia Islam mengalami kehancuran bahkan dijajah. Apalagi Turki (Dinasti Islam terakhir) salah strategi dalam perang dunia pertama.

Ummat Islam berperang antara sesama dan seringkali berkoalisi dengan Inggris demi memenuhi loyalitas dan kemerdekaan yang dijanjikan Inggris dengan syarat membelanya melawan dinasti Islam lainnya (Turki).

Ada perpecahan dan split-personality antara tuntutan keadaan dan idealisme Islam. Satu sisi Inggris penjajah dan Dinasti Turki (Islam) juga penjajah yang dibeberapa titik tidak kalah lalimnya. Inggris sedang menguasai mereka (seperti India atau Mesir dll), dan mereka hanya terikat secara patron tidak jelas dengan Turki (Otthoman). Inggris menawarkan kemerdekaan bila membantu-nya. Para aktivis ada yang pro-Inggris demi kesejahteraan dan lepas dari belenggu semuanya (Turki dan Inggris), ada yang kontra karena Turki masih Islam walaupun juga ‘penjajah’. Kekacauan ini tidak mudah diselesaikan bahkan banyak saling curiga antara satu dengan yang lainnya. Yang menimbulkan persoalan baru bagi Islam dan ummat Islam. Ada yang dituduh antek-antek barat, kafir….ada yang dituduh berfikiran sempit dan jumud. Mana yang benar?

Di Indonesiapun terjadi antara kelompok yang yang akomodis dengan Belanda, diplomasi dan ada yang cenderung ingin cepat dan melakukan perlawanan. Lihat Kasus Tan Malaka dkk (Cenderung Bergerak cepat, Melawan) dengan Soekarno (Nasionalis, Diplomasi, Akomodis), Agus Salim, Natsir dkk (Islam dan Syariat).

Pemikir dan Aktivis Islam Kebingungan

Para aktivis dan Pemikir Islam bertanya-tanya.

# Mengapa Islam yang mengklaim AJARAN SEMPURNA, lengkap lebih dari lainnya bisa hancur berkeping-keping bahkan dijajah?
# Mengapa dulu hebat sekarang hancur lebur? Apa yang salah?

Jawaban Umum?

1) Islamnya yang salah?
Ini tidak mungkin sebab…itu sebuah kepercayaan yang tidak mungkin salah atau disalahkan dan kalau Islamnya salah, mengapa dulu hebat baru sekarang (1000 tahun) Islam hancur?

2) Orang Islamnya yang Salah. Manusia-manusia Islam yang salah mengetrapkan, Muslimin kehilangan elan-vital Islam, Api Islam tidak bergelora lagi dst-dst.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan PERLU RENUNGAN adalah

Mengapa Barat (Kristen) jadi hebat? Jawabnya, Karena mereka meninggalkan Agamanya.
Mengapa Islam mundur? Karena Islam meninggalkan Agamanya?
APA BENAR? Sebab?

  1. Dulu Islam Hebat ditangan kaisar-kaisar dan raja-raja itu….lalu menjadi hancur ditangan raja-raja yang kurang lebih sama?
  2. Dulu Barat kalah dengan Islam, dengan Kekristenannya, lalu mereka dengan Kekristenannya menjadi menang dengan Islam?
Islam dan Sejarah Pengepungan Yerusalem oleh Tentara Islam.jpg

Islam dan Sejarah Pengepungan Yerusalem oleh Tentara Islam

Apa Islam awal (Hebat) dan Islam baru (jelek)?
Apakah Kristen awal (jelek) dan Kristen baru (Hebat)?

Sekadar contoh : Ali bin Abi Thalib lebih Islami daripada Muawiyah bin Abi Sofyan. Tetapi Ali bin Abi Thalib kalah? Mengapa?

Dinasti Muawiyah lebih awal dari pada dinasti Abbasiyah. Mengapa Umawiyah kalah dengan Abbasiyah? Jadi sepertinya bukan masalah “ISLAM” sebagai ajaran un sich yang menyebabkan itu.

KEANEHAN

Kita diskusi tentang Islam….Penyebab Maju mundurnya Ummat Islam. tetapi kalau ditanya mana yang Islam dan mana yang tidak Islam? Akan kacau balau dan ribut serta saling perang gara-gara yang satu mengatakan ini yang Islam dan bukan itu.

Tanggapan tentang kemunduran Islam.

Islam dan Sejarah Ilmuwan Islam.jpg

Islam dan Sejarah Ilmuwan Islam

Turki (Bekas Ottoman), mengatakan harus meniru barat dengan mengadopsi apa-apa yang membuatnya maju. Ada semacam sekularisasi.

Mesir (Bekas Fatimiyah), Demokrasi dan Pan-Arab, serta mengadopsi dunia barat dengan tetap memegang Islam.

India (Bekas Mughal), sama dengan Mesir dengan variasinya.

Iran (bekas Safawid). Melakukan Islamisasi dengan konsep wilayah al Faqih (disini diambil massa Khomeini).

Saudi Arabia, Kerajaan dengan Islam sebagai agama negara dan prakteknya pro barat.

INTINYA YANG TERPENTING adalah :

  1. Ummat Islam harus menemukan sumber kekuatan barat dan mengikutinya (yang positif) untuk dunia Islam.
  2. Ummat Islam harus bersatu.
  3. Ummat Islam harus mencari Islam yang sejati (benar-benar Islam).

Contoh Kasus : Indonesia

Saat merdeka maka ada keributan diantara aktivis dan pemikir Islam. Bagaimana Indonesia menjadi Jaya dan Hebat?
1. Negara Islam
2. Demokrasi dan Mencontoh Barat
3. Demokrasi dan diurapi dengan Islam (Demokrasi Pancasila).

Terjadi keributan-keributan…..Bahkan perang ANTAR sesama aktivis bahkan sesama muslim. DI/TII dan lainnya. dan semua itu dibrangus oleh Soeharto 1965 – 1980-an, demi kepentingan ego-kekuasaan dan PEMBANGUNAN. Dan sekarang ribut-ribut lagi.

Jadi apa yang paling diperlukan? Menurut saya adalah

1) Persatuan ummat Islam dulu. Pemahaman akan perbedaan itu biasa, kebebasan berpendapat dst….tanpa kekerasan. Dengan ini maka ada persaingan ide-ide saja tetapi dalam hal praktis bisa bergerak bersama.
2) Meniru hal-hal positif dari barat. Disini akan ada keributan mana yang positif dan tidak. Ada yang berkata “Hei kamu kebarat-baratan”, itu sekularisme bukan sekularisasi dst…dst. Tetapi karena sudah dibina yang pertama, maka problema dan perbedaan sikap yang kedua, tidak sampai pada anarki, separatis, diintegrasi, bom bunuh diri, segregasi yang berlebihan, terorisme dan lain sebagainya.
3) ‘Mencarai Islam yang Islam’. Dalam kelompok intelektual bisa dikembangkan “Mencari Islam yang Islam”. Ini pasti tidak akan mudah dan ketemu, tetapi eksperimentasi, uji coba dan adu argumentasi disikapi dengan diskusi dan perbedaan pendapat biasa sebab sudah dibangun oleh yang pertama.

Lintasan Sejarah Dunia

Lihat sejarah India/Pakistan, bagaimana Abul A’la al Maududi dengan jamaat Islaminya, Ali Jinnah, Ali Butho, Ziaul Haq dll.

Lihat sejarah Turki yang kebingungan dan ‘muak’ dengan kesultanan ‘boneka’ lalu membaratkan diri menjadi republik dan demokrasi barat serta meminggirkan Islam?

Lihat Saudi dengan gerakan Muhammad al Saudi dan Muhammad bin Abdul Wahab, dengan Wahabisme dan pemurnian Islam dan konservativisme (Dekat dengan Inggris, AS dan Israel juga sering memberikan bantuan-bantuan pada negara-negara Islam yang miskin dan pro-Saudi).

Lihat sejarah Iran, mulai dari kerajaan pro barat, sekarang Islamisasi dengan konsep Teo-Demokrasi (seperti mirip yang dihayalkan al Maudhudi di India/Pakistan).

Semuanya ini eksperimentasi untuk mewujudkan Negara-Sejahtera yang diurapi oleh nilai-nilai Islam.

Bagaimana dengan kita?

SEBAGAI BANGSA INDONESIA, sebagai Keturunan Arab, Cina dan Jawa serta lainnya serta sebagai seorang MUSLIM, Kristen, Hindhu, Budha dan aliran Kepercayaan lainnya.

Kesadaran sejarah, melihat fakta sejarah real, bukan yang diangankan dan diedialkan saja adalah cara terbaik untuk mengetahui duduk masalahnya.

Dengan KESADARAN SEJARAH ummat Islam akan mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya, adil sehingga menerima serta menolak sesuai dengan proporsinya.

Salam Kedamaian, Salam Kesejahteraan, Salam Keadilam dan Salam untuk Semuanya.

Muhammad Alwi

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s