Aku dan Kamu

4 Hal Pembacaan dan Interpretasi untuk Penafsiran Teks dan juga Informasi dalam Agama dan Praktek Politik. 

Perbedaan persepsi.jpg

Perbedaan Persepsi

Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (Al-Ma’idah: 48).

Agama apapun tidak ada yang mengajarkan ummatnya brutal, ummatnya membunuh, memperkosa dan lain sebagainya. Tetapi realitanya agama, seakan memberikan legitimasi ummatnya untuk melakukan kengerian-kengerian yang tanpa legitimasi keyakinan-keyakinan tertentu sesuatu itu sulit untuk dilakukan….

Jelas kita tidak akan menyalahkan Agamanya tetapi…oknum dan pelakunya. Tapi INGAT banyak pelaku itu yang JELAS membunuh dengan atas nama Tuhan…..meyakini itu pahala, surga dll. Mereka dijejali oleh konsepsi-konsepsi agama yang ‘rusak’ sehingga kebrutalan-kebrutalan atas nama agama itu terjadi.

Setiap orang adalah filosof buat didirinya sendiri, sebab mereka seringkali memiliki sistem pikiran atau pola tertentu. Walaupun seringkali pendek-pendek, tidak mencakup, eklektik dan tidak taat asas. Mereka selalu melakukan penafsiran (bahkan rasionalisasi) atas tindakan-tindakannya.

INTERPRETASI

Manusia dalam memandang sesuatu tidak mungkin dipisahkan dari suatu titik berdiri atau cakrawala (Horizon) tertentu juga sejarahnya. Maka setiap pikiran (interpretasi) atau tindakan (operasional interpretasi/pikiran) sadar atau tidak sadar sudah senantiasa melibatkan ketentuan falsafati atau doktrin filsafat tertentu. Seperti realisme, empirisme, naturalisme, materialisme, positivisme atau lainnya (faham atau tidak faham akan hal itu). yang merupakan jawaban kemungkinan-kemungkinan hubungan SUBJEK-OBJEK. Maka dengan sendirinya sejak permulaan pikiran-pikiran ini terbuka hanya dengan realitas tertentu.

Kesadaran akan hal ini menyebabkan kita tahu mengapa kesimpang siuran terjadi dan ekletisme, berubah-ubah dilakukan oleh banyak orang.

HERMENEUTIKA FALSAFATI

Gadamer merumuskan Hermeneutika filosofisnya dalam empat kunci utama yaitu

Buku Hermeneutika Gadamer.jpg

Buku Hermenuetika Gadamer

PERTAMA, kesadaran terhadap “Situasi Hermeneutik”. Pembaca perlu menyadari bahwa situasi ini membatasi kemampuan seseorang dalam membaca Teks.

KEDUA, Situasi Hermeneutika ini kemudian membentuk “pra- pemahaman pada diri pembaca yang tentu mempengaruhi pembaca dalam mendialogkan teks dengan konteks. Kendati ini syarat dalam membaca teks, pembaca harus selalu merevisinya agar pembacaannya terhindar dari kesalahan.

KETIGA, Selanjutnya pembaca harus menggabungkan antara horizon pembaca dan horizon teks. Keduanya harus dikomunikasikan agar ketegangan antara dua horizon mungkin berbeda bisa diatasi. Pembaca harus terbuka pada horizon teks dan membiarkan teks memasuki horizon pembaca. Sebab, teks dengan horizonnya pasti mempunyai sesuatu yang akan dikatakan pada pembaca. Interaksi antara dua horizon ini (oleh ahli Hermeneutika Filosofis Gadamer) disebut “lingkaran hermeneutik”.

KEEMPAT, langkah selanjutnya adalah menerapkan “makna yang berarti” dari teks, bukan makna obyektif teks. Bertolak pada asumsi bahwa manusia tidak bisa lepas dari tradisi dimana dia hidup, maka setiap pembaca menurutnya tentu tidak menghilangkan tradisinya begitu saja ketika hendak membaca sebuah teks.

Dalam konsepsi Piaget, Kontruk-pikiran awal menentukan penerimaan, pembacaan, penafsiran masukan-masukan realitas yang baru. Makanya kata Kontruktivism. Belajar bukan memberikan informasi, sebab informasi itu diolah, ditafsirkan diberi makna oleh sang anak/pembelajar.

Dari uraian diatas menjadi sangat jelas…..mengapa “Ikhtifah dan Perbedaan itu pasti ada”. Mungkin ini sunnahtullah sebab Tuhan juga berkata,

“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (Al-Ma’idah: 48)

KASUS

# Kasus Kartu Kuning Zadit Taqwa.
Bagaimana kesimpangsiuran teks, makna dan penafsirannya, pernah saya tulis disini, silahkan di cek.

https://www.facebook.com/muhammad.alwi.311/posts/10210417547785522

# Kasus Al Qur’an itu Fiksis. Bagaimana Pro dan Kontranya. Lihat disini : Pernah saya tulis disini

https://www.facebook.com/muhammad.alwi.311/posts/10210816843367662dan
https://pendidikanpositif.com/…/kitab-suci-dan-nalar-fiksi…/

# Kasus : Intimidasi CFD (Car Free Day)
Bagaimana pembacaan-pembacaan dengan asusmsi-asusmi yang terlihat dimana titik point (horizon) mereka melihat. Saya pernah tulis disini

https://www.facebook.com/muhammad.alwi.311/posts/10210932498578970

# Bahkan yang lebih akademik dan cukup baik….pernah saya tulis disini

https://pendidikanpositif.com/2017/03/03/era-post-truth/

ARTINYA APA?

Pengkafiran

Pengkafiran

Dikotomi-dikotomi, pemilahan-pemilahan, gesekan boleh terjadi karena mamang ada perbedaan, bahkan perbedaan itu sunnahtullah. Tetapi gara-gara perbedaan-perbedaan itu

Yang kita tahu….bukan karena AKU benar dan KAMU salah. Tetapi lebih karena horizon aku dan kamu yang berbeda, penafsiran kamu dan aku yang berbeda, kontruk pikiran, sejarah kita, lingkungan kita dst berbeda…….SEKALI LAGI bukan karena AKU BAIK KAMU JELEK, JAHAT, KORUP, TIDAK ISLAMI dst (juga sebaliknya).

Kalau AKU BAIK dan KAMU BAIK….lalu kita ada masalah…dan tidak ketemu. Berarti pasti….1x pasti. Ada sesuatu yang tidak AKU fahami dari KAMU dan ada yang KAMU tidak fahami dari AKU.

Itu bisa diselesaikan? Sebagian bisa….sebagian tidak karena bukan wilayah diskusi, bukan perbedaan tetapi SENGKETA (Kata filosof Lyotard). TETAPI yang pasti AKU dan KAMU mestinya tidak sampai bentrok….dan merugikan yang lebih besar serta mencerabut tujuan asli dalam Mendekati dan Memperjuangkan KEBENARAN. Yang salah satu maknanya adalah hubungan Kohorensi dan Korespondensi antara Subjek dan Objek (antara AKU dan KAMU).

Indah benar ayat diatas :
Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (Al-Ma’idah: 48).

Wallahu A’lam
Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s