Awas Bahaya Kurang Piknik…….

Selamatkan Generasi Mudah dari Kurang PIKNIK?

Piknik.jpg

Selamatkan Generasi Muda dari Kurang Piknik

Menarik saat saya melihat tulisan di belakang Bis Pariwisata : “Selamatkan Generasi Muda dari Kurang Piknik”.

Tulisan ini seakan sederhana…tetapi banyak makna yang dikandungnya. Salah satunya adalah dengan Piknik minimal, Bis-Bis Pariwisata itu akan laku, dan perekonomian akan lebih baik…..dapur tetap mengepul.

Tetapi dalam tulisan ini saya melihat inspirasi lain tentang PIKINIK.

Dengan Piknik berarti kita punya waktu luang
Dengan Piknik berarti kita punya sedikit/banyak sisa uang
Dengan Piknik kita berarti tidak selalu murung
Dengan Piknik kita tahu dunia lain
Dengan Piknik kita melakukan hal yang tidak rutin, bisa refleksi….Dengan Piknik kita tidak terjebak dengan rutinitas yang itu membunuh kreativitas.
Dengan Piknik kita bisa melihat banyak hal dan Perspektif makin bertambah.
………………..Bisa ditambah sendiri.

Tetapi ada MAKNA PIKNIK LAIN……Yaitu punya banyak informasi, baca buku bermacam-macam. Tidak hanya kitab Kuning, Hitam, Putih, Merah, Hijau, Abu-abu mesti juga dilahap.

BAHAYA KURANG PIKNIK

Perspektif Kurang
Tidak mampu refleksi, kurang kreatif
Menganggap dunianya…itulah dunia padahal itu tempurung kecil. Makanya….Piknik…Piknik.
Dengan kurang Piknik maka ada klaim milikku adalah segalanya, karena tidak pernah tahu dunia lain.Disini klaim kebenaran, cenderung menganggap yang lain salah hanya dirinya yang benar, jadi tolok ukur, pusat dst…..karena salah-satunya adalah kurang PIKNIK.

Tanpa PIKNIK kita sulit melakukan refleksi…..memikirkan apa-apa yang sudah kita percaya, kita yakini dan lakukan. Tanpa PIKNIK kita jadi jumud, rigit dan lateral. Ini cukup BERBAHAYA……akhirnya

Menganggap diri kita benar padahal salah…
menganggap kita melakukan kebaikan padahal sebaliknya
Menganggap membela dan memperjuangkan sesuatu (termasuk Islam) padahal mendowngrade, menurunkan, mempermalukan…
Menganggap memperbaiki untuk alam padahal melakukan pengrusakan…..

Makin banyak piknik…makin jauh piknik kita, MAKIN VARIASI Piknik kita (buku yang kita baca dan variasi informasinya)…maka jarang gumun, jarang menganggap wah yang lain. Biasa-biasa sajalah…..sudah banyak tahu. Tidak banyak plonga-plongo.

Dalam buku Quantum Learning. Menurut teori belajar bahwa salah satu cara untuk memperkuat daya ingat (bukan memori) adalah PIKNIK.
Makan makanan yang jarang dimakan
Jalan ketempat-tempat yang jarang kita lewati
Baca buku-buku yang nuansanya lain dengan buku-buku yang biasa kita baca dst (gara-gara nasehat buku ini…saya baca Dialog Dengan Jin tempo itu…walaupun saat booming saya tidak tertarik sama sekali……He…he….he…..). Mengapa? Karena daya ingat itu adalah asosiasi-asosiasi.

Refleksi, berfikir apa yang sudah kita yakini, lakukan….memikir ulang….apa-apa yang mungkin. Melihat dari perspektif lain tidak mungkin tanpa PIKNIK.
Makanya ……1x PIKNIK oke…..PIKNIK.

Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s