Politik di Masjid dan Politisi Masjid

“Kalian yang membunuh kalian yang menta’ziahi”

Politik Islam.jpg

Partai-Partai Politik Islam

Masjid adalah tempat Ibadah, tempat menghilangkan semua hubungan-hubungan Selain-Allah dan diharapkan Menuju Allah. Lalu banyak yang bertanya apakah Masjid tidak boleh digunakan untuk politik?

Islam adalah Agama yang mengajarkan semua hal termasuk didalamnya adalah politik dan kesadaran politik. Hubungan dengan Allah itu termasuk didalamnya adalah politik. Tetapi kita mesti ingat bahwa “Politik di Masjid” berbeda dengan “Politisasi Masjid”.

* Mendekatkan Pemahaman :

# Kita melihat bagaiama Soekarno ribut dengan elit Islam lainnya saat itu? Sampai Kompromi dihapusnya teks di Piagam Jakarta?
# Lihat Kasus Masyumi, PNI dan NU?
# Lihat Kasus DII/TII dst
# Lihat Kasus Asas Tunggal Pancasila dll?

Apakah ini konflik yang satu Islam dan yang lain tidak Islam?
Apakah ini konflik yang satu anti Masjid dan yang lain pelindung Masjid?

Lihat kasus NU dan Masyumi dahulu. Lihat kasus PKB, PPP dan PKS dan PAN sekarang? Apakah yang satu lebih Islami dari yang lain?

Ini semua bukan kasus “Islam Melawan Negara”, ini bukan kasus “Negara tidak islami” melawan “Orang-orang di Masjid yang Islami”.

Ini adalah KONFLIK PANDANGAN DIKALANGAN ELIT NEGARA (Yang Moyoritas Islam) MENGENAI APA DAN BAGAIMANA INDONESIA ITU DICITA-CITAKAN.

Bukan konflik Islam dan ‘Sekuler’/Non Islam, bukan Konflik anti Masjid dan Masjid? Ingat Islam itu multiinterpretastif sehingga bisa banyak faset-fasetnya.

Contoh Pasti adalah: Pemilihab Abu Bakar (di Tsagifah), Umar (Wasiat), Usman (Perwakilan dan Syuro 6 orang), Ali (dipilih masyarakat yang menggulingkan Usman dengan “people power”), Muawiyah (menggulingkan Ali…..lalu menjadikan Islam berupa Kerajaan, Umawiyah), Lalu Abbasiyah (Menggulingkan Umawiyah).

Dan dalam sejarah dan pemikir Islam semuanya dianggap “sah” atau boleh…bahkan dijadikan teladan. Artinya apa? Islam itu multiinterpretatif.

Saat orang mempertanyakan “Politisasi Masjid” mereka berkata, itu orang-orang yang tidak suka Islam….itu orang-orang yang jarang ke masjid….itu orang-orang yang tidak peduli dengan Islam dan perjuangan serta cita-cita Islam. Mereka hanya ingin merendahkan Islam…dst…dst.

Lihat : Generasi Gorengan dan Polisisasi Masjid

Mengakui Islam adalah ajaran yang memberikan teladan dalam semua aspek atau mengakui Syariah adalah sistem kehidupan yang menyeluruh MERUPAKAN SATU HAL, sementara memahami secara benar apalagi dalam kontekstualnya ADALAH HAL YANG LAIN LAGI.

Mengapa PKB dan PPP kearah PDI-P sementara PAN dan PKS kearah Gerindra. lalu dan sehingga ada “pembodohan massal” Gerindra jadi Islami dan PDI-P sekuler anti Islam?

(Dan sekarang PKS karena “ragu-ragu” dan “cawapresnya tidak jelas diterima atau tidak oleh Prabowo” kemungkinan justru pindah haluan…malah jangan-jangan sekalian ke Jokowi. bagaimana PAN?). Artinya apa? Ini politik kekuasaan yang profan jangan terlalu di ideologisasi.

Disinilah letak kesalahan dan absurditas politisasi masjid dan menggunakan masjid sebagai ajang politik praktis.

Kasus :
Politic.jpgAwalnya ada “gerakan sholat subuh berjamaan di masjid”, sejak awal agendanya sudah terlihat…urusan Pilpres 2019.
Sholat subuh dimasjid itu baik, sunnah dst. Tetapi lihat tujuan dan targetnya……Setelah itu di masjid X……Diawali Sholat subuh berjamaah, ada pembaitan Habib Riziq Shihab, lalu Amien Rais pidato, “Partai Allah” (PKS, PAN dan Gerindra” serta lawannya “Partai Setan”. Hizbullah dan Hizbsyaiton?? Wooooo……Ancor.

Padahal urusannya Jokowi vs Prabowo, urusannya Pemerintah vs Oposisi? Di Jokowi/Pemerintah ada PKB, PPP dll sementara di Oposisi ada PKS, PAN dan Gerindra. Layakkah dua kubu ini diganti Islam vs non Islam? atau Islami vs non-Islami?

Sekali lagi, 1x lagi :
Ini adalah KONFLIK PANDANGAN DIKALANGAN ELIT NEGARA (Yang Moyoritas Islam) MENGENAI APA DAN BAGAIMANA INDONESIA ITU DICITA-CITAKAN.

Sayang disparitas, pendikotomian dan diskursus serta konflik zaman dulu, Masyumi, PNI, NU dan lainnya didaur ulang dengan cara-cara dan wacana serta tujuan yang sama….
Reformasi tidak memberikan pendewasaan politik yang lebih rasional-objektif tetapi repetitif dan pengulangan daur ulang kasus-kasus.

* Politik penting dan Persatuan Ummat Islam lebih Penting

Persatuan Ummat Islam itu adalah pondasi, landasan bahkan fundamen politik Islam. Sayangnya dengan “Politisasi Masjid” bukan Politik Masjid, menjadikan disparitas, menjadikan vis a vis antara Islam dan Islam lainnya. Antara Islam yang pro-Jokowi dan Islam-oposisi (PKS, PAN dan Gerindra).

Saat Masjid dipolitisasi, bukan politik masjid (kesadaran berpolitik umum), maka akan saling curiga antar ummat Islam, akan saling menjauh dan perbedaannya menjadi nir-nalar karena balutan Islam vs tidak Islami, Ideologis dan agamis.

Ini semua sangat-sangat berpotensi merusak pondasi persatuan ummat Islam. Dan Tujuan Politik Islam sebenarnya langsung atau tidak langsung dihancurkan sejak dari awalnya.

Inilah mungkin mengapa Partai Islam (PPP, PKB, PAN, PKS, PBB) kalau digabung tidak pernah besar dibanding yang Nasionalis (PDI-P, Golkar, Nasdem, Demokrat, Gerindra, Hanura, dll).

“Kalian yang membunuh kalian yang menta’ziahi”.

Bagaimana menurut anda?
Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s