Terorisme : Ciri Agama Sudah Terkorupsi dan Busuk

Kala Agama Menjadi Bencana (When Religion Becomes Evil).

Keluarga Teroris Gereja

Keluarga Bom Bunuh Diri Gereja Surabaya (13 Mei 2018) 

Berbicara kasus Bom Bunuh diri yang terjadi tadi pagi dibeberapa tempat di Surabaya (Indonesia). Dimana targetnya adalah gereja-gereja dan para jemaat Kristiani. Maka tidak ada kata lain kecuali mengatakan bahwa mereka itu melakukan hal-hal yang terkutuk serta keluar dan diluar dari ketentuan agama apapun.

Agama apapun tidak mengajarkan hal-hal keji semacam itu, kecuali agama itu sudah terkorupsi dan busuk. Bahkan dikatakan pelaku bom bunuh diri itu adalah satu keluarga (ayah, melakukan aksi sendirian dengan mobil, 2 Anak laki-laki mengendarai sepeda motor dan sang Ibu dengan 2 anaknya yang masih kecil). Mungkin mereka berhayal dan berkeinginan masuk surga bersama-sama.

Melihat kasus itu saya teringat dengan buku menarik tulisan Charles Kimball, cetakan Harper San Francisco, diterjemahkan dan diterbitkan oleh Mizan (2013), setebal 451 halaman.

Charles Kimball mengatakan bahwa agama yang dianut oleh orang-orang seperti itu adalah agama yang tidak authentic dan sudah terkorupsi serta busuk.

Ada 5 ciri dimana AGAMA itu SUDAH TERKORUPSI DAN BUSUK yaitu;

Buku Kala Agama menjadi Bencana.jpg

Buku Charles Kimbal : Kala Agama Menjadi Bencana

1) Bila suatu agama sudah mengklaim kebenaran agamanya sebagai kebenaran yang mutlak dan satu-satunya. Yang lain salah….tidak baik dan seterusnya….bahkan….dalam perilaku.

2) Ketaatan yang buta kepada pemimpin keagamaan mereka. Sehingga hal-hal yang tidak masuk akalpun akan diiyakan dan diikuti. Bagaimana mereka bisa mengajak anak-anak kecil yang tidak mengerti apa-apa menjadi syahid?

3) Agama mulai gandrung merindukan zaman ideal , lalu bertekad merealisasikan zaman tersebut ke dalam zaman sekarang. Keinginan untuk sahid, menjadi pengantin, ketemu bidadari dan seterusnya dan itu dilakukan dengan jalan pintas dengan bom bunuh-diri.

4) Agama membenarkan dan membiarkan, Tujuan yang menghalalkan cara. Tujuannya surga, caranya harus mati dulu…lalu melakukan dengan bom bunuh diri. Yang di Bom kelompok salah, kafir….agama lain walaupun tidak tahu apa-apa, di tempat ibadah dan sedang melakukan ibadah/sholat.

5) Perang suci telah dipekikkan ataupun di laksanakan. Dengan takbir mereka membunuh bahkan menggorok orang, Melakukan perang dengan tidak mengindahkan tempat, atau klaim-klaim dar-harb dll (yang itu berhubungan dengan no 1 dan 2).

Bila kita menganut agama atau sebuah ajaran yang sudah terkorupsi dan busuk, maka “Religion Becames evil” (Agama bukan menjadikan manusia baik tetapi menjadi setan, memberikan arahan pada kerusakan).

Padahal al Qur’an banyak mengingatkan kita;
Mereka menganggap melakukan kebaikan, padahal mereka melakukan keburukan tetapi mereka tidak menyadari (2:12).

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (Al Kahfi, 18 : 104).

Setan menjadikannya mereka menganggap perbuatan/pekerjaan itu buruk tetapi diyakininya/dianggapnya perbuatan/pekerjaan itu baik (35 : 8).

5 rambu-rambu yang diberikan oleh Charles Kimball itu penting kita renungkan disamping petunjuk ayat-ayat diatas.

APA YANG MESTI DILAKUKAN?

Karena pelakunya sudah teridentifikasi (kalau benar), maka bisa ditelusuri darimana ide-ide itu. Orang tuanya atau anak-anaknya (yang besar) itu mengaji dimana. Siapa teman-teman akrabnya, siapa guru agamanya, nyantri dimana, bagaimana pertemanan media sosialnya…dst.

Dengan itu maka akan diketahui Habitus (lingkungan, personality mereka), bisa diketahui sumber ide-nya bila mungkin dst…dst. Kami yakin polisi dan jajarannya tahu seluk-beluk hal-hal diatas.

Semoga kejadian yang terkutuk itu segera terkuak dengan detail sampai jaringan-jaringannya.
Dan semoga kita semua mampu beragama dengan authentic…Aamiien3x.

Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s