Pendidikan : Anak “Nakal”, “Bandel” dan “Kurang Ajar” Bagi Seorang Guru….

Pendidikan antara Anak Nakal Bandel dan Kurang Ajar.jpg

Pendidikan antara Anak Nakal, Bandel dan Kurang Ajar

Perbedaan antara anak Nakal, Bandel dan Kurang Ajar

Kasus pemukulan Ahmad Budi Cahyono, guru honorer di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga mengakibatkan meninggal dunia, dan dilakukan oleh siswanya sendiri dalam kelas sungguh sesuatu yang sangat tragis dan mengharukan dan mencoreng dunia pendidikan.

Diawali dengan pelajaran melukis, pelaku tidak mengindahkan pelajaran justru mengganggu teman-teman-nya, lalu ditegur oleh sang guru tetapi tidak mengindahkan dan tetap malah menjadi-jadi. Lalu oleh sangguru si anak di coret pipinya dengan kuas lukis, karena tidak terima. Anak itu mendatangi guru dan memukulinya dikelas sehingga mengakibatkan tewas, setelah dibawa ke Rumas Sakit (Tribunenews/3/2018).

Marilah kita mencoba menganalisa bukan secara kondisi psikologis pelaku tetapi saya disini ingin mencoba menguraikan bagaimana aturan, hukuman yang mesti dilakukan dengan gradasi tingkat kenakalan seoarang siswa. Dalam tulisan ini saya mencoba membedakan antara “Anak Nakal”, “Anak Bandel” dan “Anak Kurang Ajar”, sebab dengan mengetahui deskripsi ketiga perilaku itu, maka kita akan mampu memberikan treatment yang berbeda diantara siswa-siswa tersebut sesuai dengan gradasinya.

Saya sehari-hari berprofesi sebagai guru, sehingga saya sedikit banyak tahu bagaimana penderitaan, susah-senang guru dalam menjalani profesinya serta kerja-kerja didalam kelasnya.

Guru menginginkan anak-anaknya menguasai ilmu dan materi yang diajarkan. Apabila ada anak yang pandai maka seorang guru akan sangat senang, semangat bahkan ingin menumpahkan semua hal kepada anak itu, agar kedepannya si anak bisa melebihi dirinya.

Guru akan susah, sesak dadanya bila ada seorang anak yang “bodoh” atau slow learner. Tetapi anak-anak “bodoh” itu tidak menyakiti guru-nya, hanya guru-guru itu menjadi sesak dan sempit dadanya, susah rasanya melihat mereka. Kadang guru-guru itu mencoba cara-cara tertentu mengajarkan pada mereka.

Yang paling menyakitkan adalah anak-anak yang bandel apalagi “kurang ajar”. Sangat berbeda antara anak salah, nakal, bandel dan “kurang ajar”.

Anak-anak NAKAL Anak nakal adalah anak yang sering kali melanggar aturan. Banyak kemungkinan mengapa mereka melakukan itu. Kenakalan bisa dilakukan dengan si anak tidak mengindahkan aturan-aturan itu. Meremehkannya dan ia tidak suka dengan formalitas atau dikekang dengan disiplin dst.

Anak BANDEL, bila anak nakal itu melakukan kesalahan yang berulang-ulang dengan berbagai jenis kesalahan. Biasanya kita akan berkata pada mereka….bandel kamu, sudah diberitahu malah melakukan hal-hal yang aneh-aneh dst. Anak Bandel adalah anak nakal dengan intensitas yang cukup tinggi, tidak sekadar nakal.

Sementara Anak Kurang Ajar, bukan karena dia melakukan kesalahan berulang-ulang, bukan karena dia bandel. Tetapi dia sudah menantang aturan dan otoritas pembuat aturan serta menantang yang namanya GURU.

Penentangan ini adalah sebuah kesalahan yang berlipat-lipat, bukan hanya melanggar aturan, tetapi melawan aturan bahkan menantang yang membuat aturan itu. Penentangan ini sangat menyakitkan guru-nya, sangat sakit. Sebab yang dilawan adalah dirinya, kepribadiannya.

Bayangkan kalau ada dialog seperti ini:

Guru : Kenapa kamu tidak membawa buku hari ini,
Anak : Maaf pak saya kelupaan.
Guru : Bagaimana kamu kelupaan…wong kamu tidak membawa tas, bahkan satu buku tulis dan pensil-pun kamu tidak bawa.
Anak : Ia pak..maaf. atau terdiam, sambil cengar-cengir.
Ini anak BANDEL

Kita bandingkan dengan ini

Guru : Kenapa kamu tidak membawa buku hari ini,
Anak : Males Pak.
Guru : Bagaimana kamu ini, kok males…kamu tidak niat sekolah ya. Kamu tidak membawa tas, bahkan satu buku tulis dan pensil-pun kamu tidak bawa.
Anak : Terserah saya Pak..Saya masuk kelas saja sudah bagus.
Ini bukan anak BANDEL, tetapi sudah masuk anak KURANG AJAR.

Sebab dia melawan peraturan dan otoritas gurunya. Disini guru akan sakit hatinya. Mungkin tindakan yang akan dilakukan adalah…

Guru : Kalau kamu seperti ini lagi kamu akan saya skorsing tidak boleh ikut pelajaran saya lagi. atau akan keluar teks,

Guru : Kamu keluar dari kelas sekarang, dan jangan ikut pelajaran saya lagi.

BANDEL dan KURANG AJAR adalah dua hal yang sangat berbeda, sehingga hukuman yang ditimpakan pada anak akan sangat berbeda.

Bila dialog yang terakhir tidak mampu dilakukan, karena anak itu punya kekuatan atau lainnya, atau otoritas guru yang sangat lemah. Maka itu akan mengganggu kelas dan diri sang-guru.

“Nakal” dan “Bandel” masih bisa ditoleransi, tetapi “kekurang-ajaran” harus benar-benar diberikan efek jera sehingga tidak menghancurkan sistem persekolahan dan pendidikan secara umum.

Sekolah dan sistem persekolahan harus dan wajib memberikan “rasa-aman” pada siswa juga pada guru dalam mengelola kelasnya termasuk dalam hal pendisiplinan siswa.

Baca juga : https://fokustoday.com/…/psikolog-penganiayaan-terhadap-gu…/
https://pendidikanpositif.com/…/fungsionalitas-seorang-guru/

——————
Turut berduka atas musibah yang menimpa Guru SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, Achmad Budi Cahyanto.

Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s