Misteri, Tuhan dan Piala Dunia

Foto Ana

Muhammad Alwi

Dalam kejadian dan peristiwa serta proses apapun mesti ada MISTERI.

Tuhan walaupun sebagiannya bisa diketahui tetapi sebagiannya misteri, Agama walaupun harus rasional tetapi sebagiannya mesti di-Imani yang sulit dinalar dan itu misteri.

Bahkan sebuah kejadian tabrakan apa penyebabnya bagamana prosesnya itu adalah misteri, tidak mampu diungkap secara sempurna….hanya dugaan kuat dan mengindikasikan sehingga disimpulkan atau dapat disimpulkan dengan meyakinkan bahwa kejadian tersebut adalah…. ini dan itu.

Dalam dunia Ilmu pengetahuan empiris ada istilah teori relativitas, ada ketidakpastian keseimbangan Weiner Heisenberg.

Bahkan sangat menarik kalau kita memperhatikan kritik fundamental dari metode indukstif ilmiah empirikal. Karl Raymond Popper mengatakan secara sederhana bahwa sebelum melakukan Induksi, kita mempercayai deduksi tertentu, atau dengan bahasa lain kita melakukan hipotesis terlebih dahulu sebelum melakukan/mengumpulkan data berupa induksi. Induksi seberapa besarpun akan mendukung hipotesa itu/menolak hipotesa itu. Makin banyak induksi yang meyakinkan hipotesa itu makin kuatlah teori/hipotesa/konsep atau apapun itu namanya. Sekali hipotesa itu ditolak oleh satu induksi maka….akan diragukan bahkan terlokalah hipotesa tersebut.

Seorang Ilmuwan sejati pada dasarnya bukanlah pengumpul fakta-fakta, tetapi seorang perancang teori-teori ilmiah yang pengujiannya selalu dilakukan untuk memperkuat atau melemahkan teori yang sudah dirancangnya….mengandung kebenaran atau salah.

Artinya apa? Sebesar apapun Induksi itu maka kepastian belum mampu diungkap kecuali masih ada misteri kedepannya.

Apakah Tidak ada Kepastian sama sekali didunia ini? Tidak. Relativitas tidak sama dengan Relatvisme (dalam artian isme).

Seberapa banyak Burung Bangau berwarna Putih yang anda temukan didunia….maka kesimpulan “Semua bangau berwarna Putih” itu mengandung Misteri ketidakpastian….TETAPI:

Dengan melihat Hanya beberapa bangau berwarna Putih lalu anda simpulkan bahwa “Tidak Semua Bangau Berwana Hitam” Mengandung kesimpulan Kebenaran.

Bola dan Piala Dunia

Dalam piala dunia 2018, maka VAR (Video Assistant Referee) resmi digunakan. Banyak yang menyambutnya dengan senang tetapi tidak sedikit yang merasa bahwa ini terlalu saintifik.

Dalam Piala dunia maka disamping kemampuan, teknik juga drama disajikan. Kasus Gol Tangan Tuhan Maradona, Diving yang dilakukan oleh pemain-pemain ternama dll itu menjadi bumbu penyedap dalam pertandingan, permainan dan kemampuan serta seni adalah bagian dari Permainan atau olahraga Bola sepak tersebut.

Walaupun VAR digunakan, tetapi keputusan tetap ada wasit, kapan VAR perlu dilihat dan tidak juga dibatasi dan masih ada banyak hal lainnya. Sehingga saya pikir VAR tetaplah tidak mengganggu bumbu penyedap MISTERI dalam kehidupan termasuk dalam permainan sepak bola.

Bahkan dalam melewati jembatanpun, kita tahu probabilitas jembatan itu roboh ada, tetapi kita memasrahkan itu pada suratan-takdir, sebab bila setiap hari lewat jembatan kita memeriksa kemungkinan robohnya, maka kita bukan dianggap sangat hati-hati, rasional dan ilmiah, tetapi justru kita bisa masuk dalam kategori “sedeng” alias gila.

Bahkan dalam al Qur’an dikatakan, salah satu sifat dari orang-orang yang bertaqwa adalah percaya pada hal-hal yang ghaib (Al Baqarah 2-3).

Nikmatilah Misteri Kehidupan, karena dengan adanya ketidakpastian dan misteri itu, wana-warni kehidupan justru ada. Dengan adanya misteri maka hidup dan dunia makin berwarna. Adrenalin naik….

apakah saya lulus ujian nanti atau tidak,
apakah team favorit saya menang atau tidak,
apakah saya diterima ‘tembakan’ saya ke si do’i dst..dst.

Khauf dan Raja’ (Takut dan Berharap) itu tidak mungkin ada bila tanpa misteri. Tuhan tidak dikenal lalu dia mengenalkan Diri-Nya, dst.

Marilah kita Memaksimalkan akal kita, gunakan alat-alat demi sebuah kebenaran dan keadilan tetapi jangan lupa apapun itu Misteri adalah tetap misteri karena Tuhan-mu menginginkan sebuah Misteri.

Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s