Islam Nusantara Antara Aksi dan Reaksi

Penghancuran Patung Budha di Afghanistan.jpg

Penghancuran Patung Budha di Afghanistan

Diskusi tentang Islam Nusantara masing terus bergulir dan ramai dibicarakan. Sebagian mereka karena ketidaktahuan, karena informasi yang salah atau memang bersebrangan dengan konsep Islam Nusantara secara umum. Mereka melakukan penolakan, pencibiran bahkan mengatakan itu agenda kelompok Liberal dan lain sebagainya.  Saya beberapa waktu yang lalu menulis tentang Islam Nusantara, sekarang ini saya perlu menuliskannya lagi dengan beberapa cacatan (di FB) yang memang tidak bisa terlalu Panjang.

Pertanyaan-pertanyaan

Apa itu Islam Nusantara?

Islam Nusantara adalah ekspresi, pernyataan diri, ungkapan dan menggaris bawahi bahwa inilah Islam kami, inilah Islam yang semestinya, inilah Islam yang seharusnya disini, inilah Islam yang sudah mengurat dan mengakar serta berkembang disini dst. Islam Nusantara mirip dengan Pancasila dahulu. Artinya Islam Nusantara itu, ekpresi itu, sudah ada bukan buatan baru.

Mengapa Islam Nusantara Timbul?

Islam Nusantara adalah reaksi, upaya memberikan garis bawah, upaya membentengi karena ada upaya-upaya menghapuskan, melakukan pembrangusan ekspresi Islam Nusantara oleh kelompok dakwah lain khususnya Wahabi/Salafi. Dakwah mereka tidak sekadar dakwah tetapi juga akan menghapus ekspresi Islam lain yaitu Islam Nusantara. Disamping itu dakwah mereka memiliki muatan dan target politik yang dibawa dari Timur-Tengah (seperti HTI, Ikhwan Muslimin dll). Dakwah mereka mengekspresikan Islam yang berbeda dengan ekpresi Islam Nusantara (baik politik mapupun budaya), dan ini dianggap tidak cocok dalam alam serta budaya bangsa Indonesia.
Lihat disini : ISLAMISASI KARTINI?

Beberapa hal yang dilakukan oleh mereka (dakwah Wahabi/Salafi) sekadar contoh :

  • Mereka mengatakan bahwa pakaian wanita Islam Nusantara itu tidak Islami, tidak Syar’I dst. Padahal kalau kita menengok kebelakang, pakaian itulah yang dipakai oleh keluarga kiayi Ahmad Dahlan, Kiayi Hasyim Asy’ari dll. Mereka mencoba untuk mengganti itu semua dengan ekspresi yang lebih Islam (yang bisa dikatakan lebih Arab). Banyak ekspresi yang ditonjolkan seperti panggilan, sebutan, model pakaian, cadar, burqa dan banyak ekpresi lainnya yang digantikan.
Pakaian Wanita Nusantara

Istri KH. Wahid Hasyim/Menantu KH. Hasyim Asyari

Apakah pakaian wanita Islam sekarang ini salah? Jawabnya tidak….tetapi upaya menghilangkan dan menyalahkan ekpresi Islam sebelumnya akan menimbulkan reaksi.

  • Upaya secara massif menghilangkan hubungan Islam dan Budaya setempat, tasaawuf dst. Mereka tidak sekadar mengatakan bid’ah dan syririk peringatan-peringatan Islam seperti Tawassul, Tabarruk, Ziarah kubur dll (Semacam perdebatan dan diskusi Panjang antara Muhammadiyah dan NU dahulu). Tetapi upaya itu sudah mengarah pada penghancuran situs, pelarangan pembuatan kijing di pekuburan dll. Padahal Muhammadiyah dan NU-nya sudah dewasa sehingga perseteruan itu hampir dikatakan tidak ada lagi.
  • Dakwah mereka sudah cukup meresahkan. Dengan klaim kebenaran, mereka masuk dan mengambil alih masjid-masjid NU (bahkan masjid Muhammadiyah dll), menguasai masjid-masjid kampus, sekolah termasuk tempat-tempat strategis Bank-bank dan BUMN. Mereka tidak sekadar dakwah, mereka menggunakan pendanaan tempat-tempat itu, mereka mengambil CSR-nya dan lain sebagai. Yang itu semua digunakan untuk agenda-agenda mereka.
  • Dan mungkin masih banyak lainnya untuk detail dan rincian.

Pertanyaan yang sering diajukan?

“Tidak ada Islam Nusantara”, “Islam Nusantara itu harus di coret”, bahkan dikatakan kalau orang mempercayai Islam Nusantara maka mereka sudah termasuk musyrik. Islam itu kata mereka adalah Rahmatan lil Aalamien, Islam itu Satu, Islam itu mengikuti Muhammad Rasulullah saw.
Lihat : Apa itu Islam Nusantara

Cadar.jpg

Cadar : Pakaian Wanita Islam

Pernyataan-pernyataan itu manis dan akan mudah diterima oleh orang awam, sebab ada kepastian disana, ada rasa superioritas, ada rasa ungkapan persatuan dan kesatuan, dan  itu sangat menarik serta diinginkan. Tetapi bagi orang yang mempelajari Islam agak lebih mendalam akan tahu bahwa Islam tidak seperti itu, Islam sebenarnya memang warna-warni.

Pertanyaan apa itu Islam? Tidak mudah dijawab kecuali jawaban yang paling mendasar saja. Kita tahu bahwa pernyataan “Islam itu satu”, hanya pada level paling mendasar, setelah itu maka banyak warna-warni dalam Islam.

Sekadar contoh:

Tauhid yang merupakah ekspresi dalam Islam yang paling medasar ada perbedaan antara Sunnah, Syiah, Mu’tazilah dan Khawarij.

Dalam Tauhid Ahl Sunnah, juga ada perbedaan antara Ahl Sunnah dan Wahabi (Konon Wahabi tidak dimasukkan sebagai Ahl Sunnah). Ahl Sunnah bertauhid dengan menggunakan kepercayaan pada konsep Maturidhi dan Asy’ariyah, dimana itu dianggap sesat oleh Ibn Taymiyyah dkk dengan Trilogi Tauhid-nya.

Dalam bacaan sholat ada perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dst.

Artinya apa?

Artinya bahwa ucapan-ucapan “Islam itu satu”, “Islam itu Rahmatan lil Alaamien”, tidak serta merta menghilangkan Islam Nusantara. Tidak Menghapus perlunya ekspresi Islam Nusantara. Setiap tempat, setiap daerah memiliki karakter dalam ber-Islam dan ekspresi dalam ke-Islamannya. Hal-hal yang paling mendasar sajalah yang sama dan satu.

Penghancuran Patung di Sidoarjo.jpg

Dainggap Berhala 9 Patung di Sidoarjo (Link : Penghancuran Patung di Sidoarjo)

Kalau kelompok Islam Wahabi/Salafi dalam dakwahnya membiarkan ekspresi warna-warni Islam, bersatu dalam hal yang memang satu, memberikan toleransi dan tidak mengklaim kebenarannya sendiri. Saya yakin ekspresi penonjolan serta perlunya identitas Islam yang Nusantara tidak diperlukan karena memang itu sudah di ekspresikan dalam kehidupan Islam di Nusantara ini.

Kalau tidak diperlukan wadah untuk kesatuan dalam kebhinekaan, maka mungkin rumusan Pancasila itupun tidak akan terbentuk dan ditonjolkan apalagi diupayakan pemahaman dan ketaannya. Semua itu dilakukan, semua itu perlu digarisbawahi bila ada keperluan-keperluan yang memang diperlukan, mendesak apalagi berbahaya.

Lalu apa sebenarnya Isi bahkan mungkin Definisi Islam Nusantara?

Islam Nusantara itu sebuah KONTRUK TEORITIS yang tidak mudah dibuat definisinya, mungkin hanya mampu dilihat ciri-cirinya secara umum. Ini mirip dengan kontruk apa itu ‘manusia jawa’, apa itu ‘Orang Arab’ dst? Kalau dilihat secara geografis Mesir itu Afrika bukan Timur-Tengah. Kalau dilihat Geografis, Iran itu Timur Tengah. Manusia Jawa misalya, mereka memiliki ciri adalah ‘mendol buri’, lemah-lembut, tidak kasar dst. Lalu bagaimana bila ada orang jawa yang kasar dan temperamen? Disinilah para ahli hanya memberikan ciri-ciri umum dan akan tidak mudah menunjuk orang per orang mana yang memiliki ciri-ciri itu secara pasti.

Pertanyaan lain : Apakah ekspresi Islam non-Jawa (yang mungkin kurang tersentuh Wali Songo) itu bukan Islam Nusantara? Apakah Islam Nusantara itu hanya NU? Sejumlah ciri harus dimasukkan dan tidak mesti semua ciri dimiliki oleh seseorang untuk dikatakan dia Islam Nusantara.

Mungkin inilah sekelumit yang perlu difahami tentang apa itu Islam Nusantara, serta apakah Islam Nusantara itu Aksi atau Reaksi.

Bandingkan : file:///C:/Users/WIN_10/Downloads/Hasil%20Bahtsul%20Masail%20PWNU%20Jawa%20Timur%20tentang%20Islam%20Nusantara.pdf

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s