Belajar Politik Persatuan dan Kesatuan dari Film “Hero” (Jet Li)..

Film Hero Jet LieSaya termasuk orang yang hobi nonton film. Beberapa film kolosal dan berseri panjang kadang saya habiskan, baik itu film Cina, India, Film-film Islam, Drama Korea dst. Termasuk dengan durasi-durasi panjang 50 sampai 60an.

Saya awalnya melihat film Hero (yang dibintangi Jel Lie) di TV. Karena melihat sebagian dan tersendat-sendat serta penasaran, akhirnya saya melihat via online (seperti biasa).

Hero adalah film bergenre wuxia (silat). Film ini dibintangi Jet Li sebagai sang pahlawan tanpa nama (Nameless). Film ini bercerita : Ada sekelompok pembunuh dan pendekar tanpa tanding yang dimainkan oleh Maggie Cheung (Flying Snow), Tony Leung Chiu Wai (Broken Sword), Donnie Yen (Long Sky), dan Zhang Ziyi (Moon). Melawan Kaisar Qin (dimainkan oleh Chen Daoming) yang dianggap sebagai kaisar kejam dan dholim.

Sebenarnya mereka mampu membunuh kaisar itu, tetapi dari diskusi panjang antar mereka. Mereka tahu dan sepakat khusus-nya yang terakhir, Jet Lee (Sang Hero) bahwa membunuh Sang Kaisar itu tidak membawa hasil, justru akan membawa perpecahan antar kerajaan kecil-kecil, disintegrasi bangsa (kalua menggunakan kaidah sekarang).

Dialog antara Sang Hero (Jet Lee) dan Kaisar Qin diakhir cerita sangat menarik dan menunjukkan bahwa : Sang Kaisar walaupun berperangai seperti itu, selalu menggunakan pakaian perang dll, telah melakukan banyak hal (yang terkadang kejam) demi mempersatukan bangsa dan mengurangi pertumpahan darah berkelanjutan karena saling serang, saling perang antar klan dan antar kerajaan-kerajaan kecil.

Dengan kepiawaiannya, dengan ketegasannnya bahkan mungkin tanpak kejam dalam sebagian hal, persatuan dapat diwujudkan, negara besar dapat diciptakan dengan sedikit banyak mengurangi pembunuhan dan kemiskinan lainnya (akibat peperangan). Lalu mengapa Kaisar yang seperti ini mesti dibunuh? Itulah hasil akhir diskusi antar mereka (para pendekar top yang bertugas dan mengemban misi membunuh sang kaisar bahkan dengan mengorbankan temannya).

Bagaimana itu dengan Perpolitikan Indonesia?

1. Koalisi PKS, Gerindra dan PAN yang dari awal seakan memberikan harapan sebagai Koalisi melawan Jokowi Cs. Ternyata mereka mementingkan kepentingan dirinya sendiri-sendiri dan PKS seakan menghianati Prabowo. Kalau kamu tidak memberikan saya ini dan itu, maka saya tidak mendukungmu. Gerindra dalam simalakama, PAN cemberut walaupun tidak dapat berbuat apa-apa.

2. Dihembuskan seakan-akan ini perang, ini perjuangan akidah, perjuangan Islam lawan yang akan menghancurkan Islam. Padahal jelas-jelas tidak seperti itu. Dihembuskan seakan ada “Partai Islam dan Partai Kafir” (?). Bahkan dibuatlah koalisi-koalisi ulama dan Ijma’ Ulama. Jargon-jargon dan diksi-diksi, pilhan kata keagamaan digunakan dan didengungkan.

3. Dihembuskan 2019gantipresiden, dihembuskan pokoknya bukan Jokowi, dihembuskan PKI, dihembuskan Islam vs Kafir, didukung Ulam dan Melawan Ulama, ini dan itu, dst.

Saya tidak ingin membahas benar atau salah TETAPI

SANGAT TIDAK BENAR. Mengkritik dan menjelek-jelekkan seorang presiden (dalam rangkan pemilu), bukan sekadar kritik biasa, tanpa ada alternative siapa penggantinya?

SANGAT TIDAK BENAR, ingin mengganti presiden dengan menghalalkan segala cara bahkan dengan memberikan amunisi disintegrasi bangsa dengan politik identitas dan SARA?

Islam memilih Islam itu oke tetapi bukan mempolitisasi Islam (Agama). Dan jangan sampai antar Islam berpecah gara-gara beda pilihan yang sebenarnya sama-sama Islam. Kristen mungkin memilih Kristen (benar), tetapi kalau tidak ada calon kristen apa kristen golput? Jawabannya tidak, mengapa?

Manakah lebih baik di Iraq, zaman Saddam dan sekarang?
Manakah lebih baik di Libya, zaman Ghaddafi dan sekarang?
Manakah lebih baik di Syuria sebelum perang yang katanya Jihad melawan Bassar Assad dan sekarang?

Ini semua bukan berarti tidak boleh mengganti presiden, berjuang melawan Presiden/penguasa. Tetapi menggesek perjuangan itu seakan ‘jihad’, seakan kedholimannya pasti, Islam vs Kafir, maka ini berdampak dan berpotensi disintegrasi anak bangsa, permusuhan SARA dll.

Dalam kaitan informasi yang kita terima, jangan seakan informasi anda (yang bergulat di medsos dll) mengandung kepastian kebenaran sehingga over klaim. Ini SANGAT TIDAK BENAR.

Bahkan ammar makruf nahi munkar pun dilarang bila itu dimungkinkan akan menyebabkan kemungkaran yang lebih besar. Kehati-hatian…..biasa saja, jangan hitam-putih, kamu pasti salah dan saya pasti benar, kamu kafir saya mukmin….ini sebuah hal yang SANGAT TIDAK DIBENARKAN.

Tidak mungkin ada solusi kebaikan bila berfikirnya :

Kamu salah dan saya benar.
Kamu jelek dan saya baik
Kamu berniat Jelek dan Saya berniat Baik.

Solusi akan dimungkinkan bila berfikirnya.
Kamu Salah dan Saya Mungkin Salah.
Kamu Benar dan Saya Mungkin Benar. Dst.

Berjuanglah yang mendukung maupun yang menolak….tetapi ingatlah : Informasimu tidak pasti, niatan mereka kamu tidak mengetahui, bahkan kamupun bisa jadi berjuang karena kepentingan-kepentingan-mu sendiri, bahkan bisa dkhianati dan ditelikung demi kepentingan…..Politik tidak ada kawan dan lawan sejati (Katanya). Maka jangan terlalu memastikan dan memberikan efek buruk bila kamu berhasil ataupun gagal.

Muhammad Alwi Pendidikan Positif
Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s