TOA, Penistaan Agama dan Pasal Penistaan Agama?

TOA dan Penistaan AgamaDi Indonesia Pasal tentang Penistaan-Agama beberapa kali dijudicial riview agar dihapus atau diganti, tetapi sekian kalinya pun upaya-upaya itu mental di MK dan dimentahkan oleh para pakar disana. Ada beberapa alasan yang mungkin sebagiannya masuk akal tetapi sebagiannya bisa kita pertanyakan.

Beberapa Pertanyaan yang bisa diajukan…?

1) TOA dan Adzan dimasalahkan….Penistaan Agama (Ibu Meliana).
2) Al Qur’an itu Fiksi….Penistaan Agama (Rocky Gerung).
3) Jangan Mau dibohongi Pakai Ayat….Penistaan Agama (Ahok).
4) Nabi itu Pernah Sesat…Penistaan Agama (Ust Gaul Evie Efendi).
5) Suara Kidung Ibu lebih Merdu dari Suara Adzan-mu….Penistaan Agama (Sukmawati).
6) Mengatakan Tuhan Punya Anak Lalu siapa Bidan-nya?…..Penistaan Agama (Habib Rizg Syihab).
7) Nabi tidak bisa berlaku Adil….Penistaan Agama (Arifin Ilham).

Lalu Apa batasannnya?

8) Korupsi dengan Kode Juz dan Ayat…….Mengapa Tidak Penistaan Agama? (Kader PKS)
9) Mengatakan Partai Allah dan Partai Thogut….Mengapa Tidak Penistaan Agama? (Amien Rais)
10) Tidak Mau/boleh mensholati karena berbeda pilihan Politik…..Mengapa tidak menista Agama? (Kelompok Anti Ahok)
11) Secara Jelas dan Meyakinkan Korupsi untuk membesarkan partai “Berasaskan Islam” mengapa tidak Penistaan Agama?
12) Masjid dijadikan ajang Politik….Mengapa bukan Penistaan Agama?
13) Mengatakan Pemilu nanti itu sama dengan Perang Badar, Perang Uhud….Mengapa bukan Penistaan Agama? (Neno Warisman).

Dll…..

Aturan Penggunaan TOA.jpgPasal 1 Undang-Undang Nomor 1/PNPS tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (UU Penodaan Agama).

Pasal itu menyebutkan, “Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan dan mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pokok-pokok ajaran agama itu”.

“Pasal 156a

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

Disini kita bisa melihat betapa semua hal diatas (1-13) sekadar contoh bisa masuk penistaan Agama bisa juga tidak/lolos.

Biasanya karena kasus ini tidak jelas….maka ada gelar perkara (menghadirkan pakar/ahli), padahal para ahlinya berbeda pendapat tentang itu. Akhirnya kasus ini seringkali tergantung dari pakar, siapa-siapa yang dihadirkan dalam gelar perkara tersebut.

Disini Politik (siapa yang dihadirkan) serta desakan mayoritas (demontrasi dll) sangat-sangat mungkin menjadikan sebuah keputusan diambil.

Keadilan, ditengah-tengah….tidak kekanan dan Kekiri, ummat yang pertengahan (moderat), Rahmatan Lil Aalamieen adalah anjuran yang perlu diupayakan.

Sekadar Informasi detail Kasus Ibu Meliana, Tanjung Balai bisa lihat Link :Kasus Ibu Meliana Tanjung Balai

Wallahu A’lam…..Bagaimana Menurut Anda?
Muhammad Alwi Pendidikan Positif

Edisi : #MerawatAkal

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s