Seri Tulisan Pendidikan Positif (4)

Cara Mudah Menemukan Bakat Kita

What Your Talen.jpgBertahun-tahun saya habiskan diatas jalan menuju kesuksesan, sayangnya saya menyetir kearah yang salah. (Discovering Ability and Right Place. Sukses akan mudah didapat).

Kita harus membedakan antara RESEP dan OBAT. Ucapan, tulisan para motivator bahkan ilmuwan psikologi yang paling ahlipun hampir kebanyakan adalah resep bukan obat. Hanya tulisan-tulisan tertentu saja yang tulisan itu sudah sekaligus menjadi obat, disamping ada resepnya. 

Dalam hidup, kita ingin sukses dan bahagia. Untuk sukses kita perlu resep. Resep itu mengatakan; “Temukan bakat alamimu, kecendrunganmu, kecerdasanmu. Dengan menemukan itu otomatis kita akan bekerja dengan baik, tekun, juga fokus ditempat itu. Dengan itu maka sukses akan mudah didapat”. Sedangkan untuk bahagia, memaknai kesuksesan itu, menghayati kesuksesan itu, kita perlu tambahan lainnya, yaitu prosedur mental, inner protocol, manual guide system lain berupa pemahaman konfirmasi Tuhan, yang berisi Ridha, syukur dan Ikhlas (tidak dibahas disini).

Contoh-contoh kasus;

(Keterangan Gambar : Tidak ada masalah berapa banyak resource/sumberdaya yang kamu punya, jika kamu tidak tahu menggunakannya, maka itu tidak akan pernah cukup)

Tidak Cukup Not EnoughtSaya yakin banyak kita mengenal JK Rowling, penulis buku terlaris Harry Potter, katanya buku ini terjual 8.9 juta hanya dalam waktu semalam di Amerika dan Inggris. Semula JK Rowlin adalah pelayan toko dan guru SD. Hidupnya susah, pendapatannya pas-pasan. Tetapi tidak disangka, bahwa JK Rowlin itu memiliki bakat mendongeng imajinatif yang luar biasa. Setiap malam JK mendongeng kepada anaknya, dan oleh anak-anaknya kemudian cerita-cerita itu diceritakan kembali kepada teman-temannya. Banyak yang meminati dan sangat senang dengan cerita-cerita imajinati JK. Dari sanalah muncul motivasi untuk menuliskan cerita-cerita itu menjadi  semacam buku fiksi yang diberi judul Harry Potter, yang ternyata sukses luar biasa di pasaran. Kini JK Rowling, adalah penulis wanita terkaya di Inggris dari buku royalty-nya.

Contoh lain adalah Jim Clark, seorang dosen yang jenius namun hidupnya kacau balau hingga 2 kali perkawinannya hancur. Lulus SMA dia melamar sebagai tentara Navy. Prestasinya sebagai kelasi begitu buruk sehingga sering dibilang bodoh oleh para atasannya. Sampai suatu ketika salah seorang instrukturnya bilang sebaiknya dia kuliah saja, karena tampaknya dia punya bakat matematika. Dan benar, dia meraih PhD di Computer Science. Setelah itu dia menjadi dosen. Namun kebiasaan buruknya yang sering mengabaikan keluarga membuatnya bercerai. Tahun 1978 dia juga dipecat dari New York Institute of technology karena membangkang. Tak dijelaskan bagaimana, dia bergabung ke Stanford University. Pada usia 38 tahun, Clark yang menderita depresi berat, tiba-tiba menemukan pencerahan. Ternyata kehidupan kacaunya itu dikarenakan dia terlalu kreatif sehingga selalu mencari hal-hal yang baru. Clark terlalu banyak ide. Sejak itu dia mendirikan perusahaan bernilai milyaran dolar, mulai dari Silicon Graphic Inc. (SGI), Netscape (pembuat browser internet), hingga Healtheon (perusahaan medical di internet) yang semuanya sukses besar terjual sahamnya dalam bursa-saham. Bakat Jim Clark adalah ide dan visinya.
**
Saat kita mempelajari Intelligence, kecerdasan, baik itu IQ (Intelligence Quotient) maupun MI (Multiple Intelligence), bahkan juga EQ (Emotional Intelligence) dan SQ (Spiritual Quotient), juga SMI (Spiritual Multiple Intelligence). Semua sepakat bahwa Kecerdasan ada unsur genetiknya. Ada unsur anugrah, bakat….walau sulit ditanyakan itu darimana asalnya. Menurut kamus dan pendapat banyak ahli, bakat (talenta) adalah anugrah—berfungsi sebagai penyokong alami—bagi seseorang yang memilikinya. Semacam kemampuan alami yang kita miliki, mulai dari berbagai jenis kreatifitas hingga atletisitas.

Kita punya bakat-bakat itu, dalam istilah Howard Gardner, itu bisa disamakan, mirip dengan intelligence. Dimana katanya, kita bisa meningkatkan sampai batas tertentu kecerdasan yang tidak kita miliki sampai batas memadai. Artinya bila talenta asli kita tidak ada, lalu kita berusaha, maka kita bisa mampu menguasai itu, tetapi hanya sampai batas memadai, bukan expert atau jenius. Dan Martin Seligman mengatakan, untuk sukses jangan terlalu memperhatikan kelemahan-kelemahan kita, tapi optimalkan kelebihan-kelebihan kita.

Foto Seminar MI OkeSebelum mengoptimalkan kelebihan kita, sebelum focus pada kelebihan kita, kita perlu swot analisis diri untuk mengetahui apa-sih kelebihan-kelebihan atau bakat-bakat kita. Ada berbagai macam test, mulai test multiple intelligence, test brain type, test personality, test performance barrier dan lain-lain  (itu contoh-contoh test-test yang kami tawarkan dalam Diagnose Psiko-Diagram untuk Corporate).

Tetapi ada cara-cara mudah untuk mengetahui itu, secara sederhana, tanpa perlu biaya yang lumayan mahal. Mengapa ini penting? Sebab jangan sampai kita terkena pembicaraan ini; “Bertahun-tahun saya habiskan diatas jalan menuju kesuksesan, sayangnya saya menyetir kea rah yang salah.”

 Ada 5 cara mudah untuk menemukan bakat tersembunyi kita yaitu………..(Seri 5).

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Psikologi, Workshop/Trining dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s