Seri Tulisan Pendidikan Positif (7)

Fisiologi Otak yang Mengagumkan

Otak FisiologiOtak manusia sudah dapat dijelajahi kedalamannya berkat prosedur-prosedur non-invasif seperti Citra Resonansi Magnetic (MRI) dan Topografi Emisi-Positron. Lewat penelitian alat-alat itu, otak dapat dibagi menjadi tiga bagian penting yaitu;

  1. Batang Otak (Otak Reptile).

Dinamanakan otok Reptile, karena otak ini ditemukan di jenis-jenis hewan-hewan yang lebih rendah. Fungsi utama bagian ini diantaranya adalah; Mengontrol fungsi dasar pernafasan, detak jantung dan instink-instink primitif (lawan atau lari), juga mengontrol bagian teritori kita. Marah, terancam, tidak nyaman dan lain sebagainya. Bila kita menghadapi musuh atau sesuatu yang menakutkan, kita bereaksi untuk lawan atau lari. Ini mirip dengan apa yang dimiliki hewan. Tetapi manusia karena perkembangan bagian otak lainnya. Mekanisme lawan dan lari ini di kurangi atau dimodifikasi dengan berbagai cara lain. Misal kalau kita jengkel, maka kita tidak melawan tetapi bisa berpura-pura atau lainnya.

  1. System Limbic (Otak Mamalia).

Komponen dari otak ini adalah Hipotalamus dan Amigdale. Bagian ini berfungsi untuk mengendalikan emosi, ia juga memelihara homeostasis (lingkungan yang stabil dalam tubuh). Mengendalikan hormone, rasa haus, lapar, seksualitas, pusat-pusat rasa senang, metabolisme, fungsi kekebalan dan suatu bagian penting lain dari memori jangka panjang. Hipotalamus dan Amigdale juga pengendali penting perilaku emosional dan perilaku mencapai tujuan. Inilah mengapa dorongan emosional lebih baik dari pada argument rasional dalam mempengaruhi manusia. Kita bisa melihat bagaimana kita menonton televisi. Dimana kita tahu bahwa film itu adalah pura-pura (bohong-bohongan), tetapi kita bisa terbawa dengannya sehingga kita bisa jengkel, senang bahkan seringkali kadang kita menangis dibuatnya.

Evolusi system limbic berkembang sebelum kita menemukan “logika”. Dan ternyata dari penelitian-penelitian selanjutnya, bagian yang mengendalikan emosi ini, juga mengendalikan kesehatan dan memori. Inilah mengapa hal-hal yang melibatkan emosi akan diingat dengan kuat (dan bisa masuk ke long-term memory). Misalnya; kita punya ingatan saat waktu kita di sekolah dasar, di kuliah pertama kita. Padahal itu sudah berlalu puluhan tahun. Tetapi kita lupa pengalaman atau buku yang kita baca satu minggu kemarin. Mengapa? Inilah salah satu fungsi emosi yang dikendalikan oleh Sistem Limbik. Bila informasi diberi sentuhan emosi, seperti ciuman pertama dari si dia, hari perkawinan, awal perkuliahan dan lain-lain. Pengalaman itu bisa tersimpan sangat lama atau bahkan selama-lamanya.

Otak dan Komputer.jpg

Perbandingan Kapasitas Penyimpanan             Otak dan Komputer

Para peneliti mencacat ketika emosi positif dalam keadaan terbangkitkan, “zat-zat keceriaan”, mirip opium yang disebut endorphin terbentuk. Pada gilirannya, ini memicu meningkatnya aliran neurotransmitter yang disebut asetilkolin. Ini sangat penting, karena neurotranmiter ini merupakan “pelumas” yang memungkinkan terjadinya sambungan antar sel otak. (disinilah terdapat argumentasi ilmiah menggunakan seni, drama, warna, emosi, bermasyarakat dan bermain dalam pendidikan). Artinya bahwa pembelajaran disekolah, semestinya diwarnai dan dibalut dengan suasana keceriaan, pendekatan dengan variatif (ada warna, seni menggambar, drama, film dan seterusnya), agar apa yang ingin disampaikan keanak dapat terpatri dengan sangat lama dalam memorinya.

Ketika emosi negative, hipotalamus tidak menyampaikannya ke neokorteks (bagian otak yang berfikir) tetapi bergeser ke bagian otak yang lebih primitif, sehingga perilaku lebih intinktif (lawan dan lari) daripada pertimbangan rasional. Kita bisa lihat ini bagaimana anak-anak dikelas seakan “tambah bodoh” saat ditanya oleh seoarang guru yang otoriter dan keras. Saat anak ditanya dan dia tidak mampu menjawab, anak merasa ‘takut’, bila itu ditambah dengan bentakan atau suara keras sang guru, maka emosi negative hipotalamus tidak menyampaikan informasi ke neokortek (otak berfikir), akhirnya anak makin ‘tidak rasional’ (bahkan soal atau pertanyaan yang biasanya dia mampu, diwaktu-waktu lain. Saat itu si anak tidak mampu menjawabnya). Contoh lain, saat kita dikejar anjing, stress ujian (malah tidak dapat berfikir) dan lain-lain.

  1. Neokorteks (otak berfikir).

Tebalnya hanya seperdelapan inci, bentuknya berupa lipatan-lipatan. Jika dibentangkan luasnya sama dengan satu halaman Koran. Ia adalah tempat bersemayamnya kecerdasan. Ia berhubungan dengan melihat, mendengar, mencipta, berfikir dan berbicara. Otak ini terdiri dari lobus-lobus (bagian-bagian khusus), dengan fungsi-fungsi khusus (akan diterangkan kemudian).

Kita bisa lihat atau bahkan seringkali melakukan saat kita disemak-semak atau jalanan berumput, tiba-tiba kaki kita menginjak sesuatu dan kita reflek, otomatik menghindar bahkan tidak jarang dengan mengeluarkan kata-kat “aow atau eet dan lain sebagainya”. Baru setelah kaki kita atau posisi tubuh kita menghindar, kita baru berfikir dan sadar bahwa yang kita injak hanyalah kayu atau sepotong ranting.

Reaksi awal adalah reaksi intingtif (lawan dan lari), dikendalikan oleh otak reptile dan system-limbik. Setelah kita menghindar dan melihat kebawah bagian kaki kita ternyata bukan ular, ooh bukan…..ini adalah berfikir dari neokorteks. Contoh ini menunjukkan bahwa otak-berfikir itu bekerja terakhir setelah kerja dua bagian otak kita yaitu otak reptile dan system limbic.

Oleh karenanya dalam pembelajaran, dalam pendidikan disekolah atau kelas. Maka kita mesti memberi rasa aman dahulu pada anak, sentuhan emosional, rasa percaya diri dan seterusnya, agar makanan atau kebutuhan dasar mereka sudah terpenuhi. Baru kita dapat memberikan makanan keotak yang lebih tinggi yaitu neokotreks berupa informasi pengetahuan dan informasi-informasi lain berupa mata pelajaran.

Bila kebutuhan awal belum terpenuhi, otak reptile dan system limbic masih lapar atau dalam bahasa lain terancam. Maka skala prioritas tubuh kita atau diri kita adalah mempertahankan dulu. Informasi apapun diabaikan, baik itu benar-salah dan lain sebagainya.

Kita bisa lihat bagaimana orang yang marah, jengkel dipenuhi rasa dendam dan ketakutan, mereka sangat sulit menerima nasehat, argumentasi dan lain sebagainya. Tidak hanya itu seringkali karena keinginan kita terlalu kuat atau terburu-buru, maka pekerjaan yang mudah, misalnya melepas kancing baju atau membuka sepatu malah lebih lama. Demikian juga saat kita ingin sekali membuka kado atau surat, maka jarang sekali kado atau surat itu terbuka dengan rapi.

 

Foto Rekreasi JKT OkeMuhammad Alwi, S.Psi, MM.
Peminat Studi Psikologi, Pendidikan, Filsafat dan Agama. Mantan Mahasiswa Kedokteran, S1 Psikologi Pendidikan, S2 Manajemen Human Resource dan Kandidat Doktor, Manajemen Pendidikan di Univ Negeri Malang.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s