Renungan : Kewajiban Melawan Ketidakadilan?

Husein - Karbala dan Ketidakadilan

Karbala dan Kewajiban Melawan Ketidakadilan

Ada sebuah kebenaran yang orang jarang lupakan orang…bahwa setiap partikel kehidupan merupakan bagian dari Yang Maha Kuasa. Itulah sebabnya, mengapa mereka selalu tetap terikat satu dengan yang lainnya.
Cara suatu bunga menyebarkan aromanya di seluruh ruangan dan sebuah benda yang busuk menyebarkan bau busuk di dalamnya, serupa dengan cara suka dan duka manusia dalam mempengaruhi seluruh dunia.

Kegembiraan seseorang membuat setiap orang merasakan sedikit banyak kesenangan, demikian juga kesedihan sesorang membuat setiap orang merasakan sedikit kedukaan (dalam buku Daniel Goleman, Emosional Intelligence dibahas ini, emosi postif dst). Dengan kata lain, kegembiraan dan kesedihan apakah keduanya serupa di dunia? Itulah ciptaan Yang Maha Kuasa.

Dan ketika kelaliman meningkat sedemikian rupa, maka keseimbangan kesedihan dan kegembiraan akan terganggu. Misalnya dkarenakan penguasa yang lalim, despotis atau alainnya, seluruh masyarakat penuh dengan kesedihan, dan harus menyaksikan kehancuran dari kebenaran. Orang-orang dieksploitasi dan disiksa, dan banyak yang terpaksa atau dipaksa meninggalkan kebenaran.
Ketika ketidakbahagiaan meningkat di dunia, sangat sedikit rakyat yang merasakan kesenangan, sementara sebagian besar mengalami penderitaan. Akibatnya, masyarakat menjadi mangsa penyakit. Pada saat seperti ini, mengobati penyakit (ketakutan, ketidakmandirian, keterikatan, korupsi mental dst) tersebut menjadi sebuah kewajiban.

Berjuang, berjihad bahkan mengorbankan diri untuk mengakhiri orang-orang  yang jahat menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban. Pada saat seperti ini, kekeluargaan dan rasa sayang dan lainnya tidak ada artinya. Begitu juga keegoisan (seperti ingin beribadah, mensucikan diri pribadi, semacam kesufi-sufian) tidak bernilai apapun, tidak memberi harapan untuk kesenangan. (Disinilah mengapa Husein bin Ali melakukan perlawananya terhadap Yazid bin Muawiyah, dan meninggalkan nasihat dari beberapa orang termasuk Abdullah bin Umar, yang rajin ibadah).

Seluruh masyarakat yang terikat akan kebenaran, harus berkorban ataupun menerima ketidakbenaran dari penguasa yang lalil dan tidak adil. Keputusan berada pada pundak masing-masing manusia.

Sebuah pohon… tidak mengetahui rasa buahnya, demikian juga, tak seorang pun dari kita akan memperoleh..manfaat dari pengorbanan ini. Lihatlah ke dalam hati kita. Apakah kita masih memiliki kasih sayang yang dibutuhkan? Apakah jiwa kita memiliki kebenaran yang diperlukan, untuk mengambil keputusan untuk mengorbankan diri demi kesejahteraan masyarakat?

Berjuang untuk kebenaran, bukanlah sebuah tugas, tapi suatu keputusan bahkan sebuah sumpah.

 [ini perlu menjadi renungan saat peperangan Sayyidina Ali dengan Muawiyah, dimana sebagian sahabat mundur, tidak terlibat sama sekali bahkan tidak membaiat Imam Ali. Saat Yazid bin Muawiyah berkuasa, sebagian tidak membela Husein bin Ali, membiarkannya sendiri, lalu mereka terpaksa membaiat Yazid lewat jendralnya, Hajjaj bin Yusuf, yang jelas mereka tahu kelaliman dan kekejamannya.].

Renungan 190, Salam Pendidikan Positif.
Muhammad Alwi, S.Psi, MM

 

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Riwayat Pendidikan : S1 : Manajemen dan Psikologi. S2 : Manajemen Human Resource, Univ Brawijaya Malang S3 : Manajemen Pendidikan Univ Negeri Malang. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama, Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s