Ulama ‘Cemen’, 4D dan Ateisme Yang Berpendar?

Ateisme ArabSaya selalu percaya dan mengatakan, tidak ada orang yang Ateis, yang ada adalah gagah-gagahan atau mereka tidak percaya Agama dan Tuhan versi agama-agama. Banyak orang konon seperti, fisikawan Einstein, John Higs, Stephen Hawking, Immanuel Kant, itu adalah orang-orang ber-Tuhan tetapi Tuhannya tidak seperti Tuhan-Tuhan Agama-agama yang ADA.

Bagaimana Tuhan awal mula menciptakan?Apakah Tuhan pernah tidak menjadi Khalik (Pencipta)? Karena saat tertentu (t-detik) Dia ‘sempat’ sendirian sebelum mencipta apapun?Apakah ciptaan Awal itu dari Diri-Nya, dari kekosongan (creation ex Nihilo) atau…atau?

Pertanyaan-pertanyaan itu dan jawabannya menimbulkan madzab-madzab (school of thought) dan sayangnya saling menyalahkan, menyesatkan dan mengkafirkan….bahkan saling membunuh. Kasus Al Qur’an itu Makhluq atau Bukan sudah merenggut banyak jiwa…mungkin ratusan bahkan ribuan jiwa.

Apakah Tuhan duduk di Kursi? Logika sederhana akan mempertanyakan bahwa Kursi itu ‘seakan’ lebih besar dari yang menduduki, atau minimal akan bisa ditanyakan bahwa, ‘Ada dua bagian disana yaitu Kursi dan yang menduduki?’ Sekali lagi jawaban atas pertanyaan itu, menimbulkan madzab-madzab dan kadang saling menyesatkan dan mengkafirkan. Dari jawaban itu ada yang mengatakan mereka itu Mujassimah (antropomorpisme), mereka itu melakukan Ta’wil dan sesat, juga ada yang mengatakan mereka itu bertauhid hanya 2/3 saja, dst..dst.

KARENA PENJELASAN TENTANG AGAMA DAN KEBERAGAMAAN yang ‘cemen’, diluar akal sehat serta kemanusiaan dan objektivitas. Ditambah dengan klaim kebenaran, tidak memberikan ruang berbeda (toleransi itu = Right to Differ). Maka mengakibatkan banyak yang malas, ragu, skeptis terhadap agama. Aaaah lebh baik jangan bawa-bawa agama deeeh. Mengapa? Karena agama dibawa dengan serampangan, ngawur, tidak beretika, diluar nalar objektif dst..dst.

Partikel Tuhan

John Higs Partikel Tuhan

Ulama, ahli agama yang ‘cemen’, serampangan, ngawur, dan mengumbar sumpah serapah, serta tidak mencerminkan nilai-nilai keulamaan, akan men-DEGRADASI ULAMA. Kalau itu terjadi (dan sudah terjadi) maka kemalasan, skeptisme, dan rasa muak pada agama berpendar dibanyak tempat.

Kasus bagaimana di Timur Tengah berkembang ATEISME, dalam buku Arabs without God dikatakan, antara lain sebabnya adalah;
1) Ketidakmampuan doktrin-doktrin agama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental filosofis-ilmiah. Misal tentang kejadial Alam, Tuhan, Bumi itu datar dst. Bukan masalah pertanyaan-pertanyaa itu, tetapi jawaban-jawaban yang konyol, irasional, doktrinal kaku bahkan membrangus pertanyaan-pertanyaan dan individu yang berani bertanya dan mempertanyakan seperti itu. Karena itu semua, menjadikan mereka menganggap agama bukan hebat, bahkan menggelikan, irasional, membodohkan dst.

2) Pengalaman-pengalaman individu atau menyaksikan kejadian atas orang lain yang sangat menakutkan dan traumatik (misalnya menyaksikan kekerasan, kekejaman, terorisme, diskriminasi, intimidasi, pemerkosaan, dan lain-lain) yang dilakukan oleh sejumlah kelompok ekstremis agama. Saat melihat dengan jelas bagaimana kelakuan ummat beragama saat membunuh, menyembelih, memperkosa (atas nama budak dst) bahkan dengan ucapan-ucapan agama, TAKBIR, merasa mendapat pahala, JIHAD dst. Mungkin sebagian atau malah sebagian besar akan membela agama, dan bahkan mengatakan bahwa itu semua rekayasa dst. Tetapi kejadian-kejadian yang kebetulan real dilihat oleh orang-orang tertentu (misal: Kasus bagaimana menggelepar-geleparnya seorang AHMADIYAH, yang dihantam dengan batu, yang sempat viral saat itu, dengan teriakan Takbir, akan membuat skeptisme dan rasa jijik dan muak serta mual terhadap agama.

3) Degradasi Ulama.
Saat ulama, ustad, ustadah, yang menjadi pembicara ditokohkan, dielu-elukan ternyata serampangan, kacau dst. Maka ini mendegradasi ulama dan agama. Otoritas keberagamaan tidak lagi dianggap penting dan dipercaya dst.

4D YANG MENARIK (Tahapan menjadi ATEISME).

AGAMA itu (saya definisikan sendiri) adalah sebuah penjelasan yang memberikan arah berkehidupan di dunia dan akhirat, dan diyakini turun dari langit. Dalam proses perkembangannya agama itu dibangun oleh pengalaman sejarah, penjelasan ulama, buku-buku, budaya dan lain sebagainya yang saling kait-mengkait satu dengan lainnya. Akumulasi dari itu semua yang kita yakini dan anggap sebagai agama. Saat Pranata Agama itu terjadi dan mengalami 4D akan sangat berbahaya.

D1 – DISORIENTASI : Salah urus, ngawur, yang agama dan “tidak” dicampur aduk dengan proporsi yang serampangan, ulama, muballih, selebritis termasu agen penjual jamu/obat, bahkan preman bercampur dan tidak terbedakan. Maka keluarlah,

D2 – DISTRUST : Rasa tidak percaya pada ulama, ustad, ustadah, otoritas keagamaan. Ulama ter-degradasi dan nilai saham-nya turun dipasar. Maka otomatis otoritas keberagamaan dan agama sudah mulai berkurang dipercaya, mereka akan kecewa, murung, skeptis bahkan abai.

D-3 DISOBEDIENCE : Ketidak percayaan akan menjadikan abai, malas, mencemooh, menganggap otoritas itu menggelikan, tidak mendatangi masjid dan membangkang (obedience), misalnya, bahkan tidak percaya Agama dan Tuhan.

D-4 DISINTEGRASI : Setelah malas, abai, membangkan, akan menunggu momen, tetap disembunyikan (Seperti sebagian masyarakat Arab) karena tidak punya keberanian, kebebasan dst, atau lepas dari kelompok, lepas dari keterikatan agama, lepas dari agama bahkan menganggap atau mendeklarasikan dirinya ATEISME.

Ruang diskusi, komunikasi publik, saluran kekecewaan, penataan pranata yang namanya sekolah agama, ulama, membangun kembali argumentasi agama agar cocok dengan kebutuhan meliniel misalnya atau generasi 4.0, akan memberikan kekenyalan kembali agama yang awalnya dan sekarang ini begitu kaku dan keras, sehingga sulit dikunyah.

Etika Spinoza

Etika Spinoza

“Affetus, qui passio est, desinit esse passio simulatque eius claram et distinctam formamus ideam.” Emosi yang sedang menderita, tidak akan lagi menderita setelah kita membuat gambaran yang jelas dan benar dari penderitaan tersebut. (Spinoza).

Surat al A’raf (7) : 172, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Penulis : Muhammad Alwi, S.Psi, MM. Pendidikan, Konsultan Manajemen dan Pendidikan, Peminat Studi Pendidikan, Filsafat, Psikologi dan Agama. Tinggal di Gresik.

 

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Riwayat Pendidikan : S1 : Manajemen dan Psikologi. S2 : Manajemen Human Resource, Univ Brawijaya Malang S3 : Manajemen Pendidikan Univ Negeri Malang. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama, Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s