“KAFIR” DALAM PENDIDIKAN?

Foto GoogleKau guru, orang tua serta lainnya….
Kau Yakin Bahwa makna kafir adalah mengingkari apa yang kau yakini sendiri bahwa itu benar, baik tetapi kau tolak, lawan, kau abaikan, dan kau biarkan.

Bukankah kau banyak melakukan kekafiran kalau seperti itu?

Kau Yakin Pendidikan Karakter itu penting dibandingkan yang lainnya, tetapi kau kafiri sebab kau tetap kosentrasi dalam pendidikan umumnya, klasikal dan reguler biasa-biasa saja.

Kau Yakin dan Tahu bahwa anak-anak itu unik, punya bakat-minat khusus, dan kau juga tahu banyak ragam bahkan ratusan cara untuk sukses, tetapi kau Kafiri, kau tetap bertumpu pada pendidikan biasa-biasa saja.

Kau Yakin dan Tahu, anak-anak yang juara dikelasnya, belum tentu akan juara dalam kehidupan, sukses apalagi nantinya akan bahagia. Tetapi kau kafiri itu, hingga kau tetap jadikan juara kelas primadona dan kau selalu mengupayakan itu, untuk anakmu dan murid-murid-mu.

Kita Yakin dan Tahu Emosi dan Kecerdasan Emosi adalah hal yang sangat penting melebihi kejeniusan dan kecerdasan otak, tetapi kau kafiri itu, kau tetap saja fokus sekolah pada kecerdasan otak (IQ), bukan mencoba secara serius mengembangkan dan membantu mereka meningkatkan kecerdasan emosinya, bakat-minat-nya, hingga mereka kedepannya meraih sukses sekaligus bahagia. Semua itu kau Kafiri.

Bahkan Kau tahu dalam Psikologi terbaru, Psikologi Positif, dikatakan, untuk menghilangkan depresi, stress, kurang percaya diri dan lainnya, bukan disembuhkan seperti dahulu, tetapi dicari keunggulan orang-orang itu, dicari kelebihan dan kecakapan orang itu, lalu dikembangkan. Kalau ia mampu berperan baik diwilayahnya, ditempatnya, dibidangnya, itu dapat berfungsi sebagai dasar untuk memulai perubahan penting, dan menjadi pedoman dalam penyembuhannya penyakitnya. tetapi sayang semua itu kau kafiri.

Mengapa engkau selalu melawan, mengingkari sekian banyak bukti dan kau melawan keyakinanmu. Bukankah itu berarti engkau telang kafir dan mengkafiri dirimu sendiri?

Jangan selalu melewati rel-rel yang sama, karena itu akan mengarahkan ketujuan-tujuannya. Bila kau berharap ketujuan yang berbeda dari tujuan-tujuan sebelumnya, maka rel yang kau lewati mesti berbeda….kalau tidak itu sesuatu yang aneh.

Seorang bijak pernah berkata, Problem saat ini tidak akan mampu diselesaikan dengan kemampuan berfikir, dimana problem itu timbul.

Apakah kekafiran itu, pengingkaran itu akan terus kita pegang dengan yakin?

Renungkanlah!
Salam Pendidikan Positif
Muhammad Alwi

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Alumni Pasca Sarjana Univ Brawijaya Malang, sekarang studi lanjut di Department Psychology. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s