KELUAR DARI JERATAN…Mungkinkah?

Foto GoogleDalam buku “One Dimensional Man”, Herbet Marcuse, mengktirik dengan sangat tajam bagaimana dunia dijadikan satu standart, satu style dan satu tujuan dan itu tergerakkan oleh Kapitalisme dan Modernisme (ala Barat). Padahal dari banyak diskusi, kritik dan narasi lainnya, seperti sekolah Frankfurt Max Khorkheimer, Habermas, Adorno dll, menunjukkan bahwa arah ini, rel yang dipasang akan mengarah pada tujuan yang pada akhirnya masuk kepada “neraka” atau jurang kehancuran.

“Kapitalisme Lanjut” yang diramalkan oleh Karl Marx tidak kunjung datang, bahkan kapitalisme selalu merevisi dirinya sendiri sehingga live-time-nya akan terus bertambah dan bertambah. Jangan heran bila Francis-Fukuyama dan Sebelumnya Peter Berger meramalkan bahwa Kapitalisme yang akan menang melawan Sosialisme apalagi Komunisme.

Barat dengan kekuatan Ekonomi dan Expert/Ahlinya telah mengglobal bahkan menghegemoni masyarakat dunia, menjadi “One Dimension”. Logikanya jelas. Apabila rasa, cita rasa, style, bahkan cara berfikir dunia itu sama/mirip, maka mereka akan menjadi global-village dan globalisasi. Semua tempat akan menjadi pasar satu dengan yang lainnya.

Manusia Satu Dimensi

Herbert Marcuse  :     One Dimensional Man

Kalau kita menjual “Kain Batik atau Kebaya”, maka kita tidak akan mampu membuatnya produksi massal mengapa? Karena hanya sebagian orang yang menginginkan itu sementara lainnya tidak. Tetapi “Celana Jeans”, tetapi “McDonnalds” disukai seluruh dunia sehingga pasar dari AS akan bisa kemana-mana dan sebaliknya.

Tetapi kita mesti ingat bahwa logika pasar itu baik, tetapi dalam realitanya, “standarisasi”, “skala ekonomi”, juga “hak paten” akan melanggengkan supremsi dan kekuatan mereka-mereka yang sudah mapan, dan itu siapa? Bukan berarti siapapun tidak mampu mengejar ketertinggalan itu, tetapi modal sosial, modal psikologis, dan modal-modal lainna, kita kalah dengan yang sudah siap akan hal itu. Ini dibahas cukup serius oleh Piere Bourdieu, dengan konsep Hibitus, dan Haryatmoko (dalam buku “Dominasi Penuh Muslihat’, Gramedia, 2010).

Antonio Gramsci, juga mengomentari itu dengan mengatakan, “Hegemoni Kekuasaan dapat membuat menjadi Hegemoni Pikiran dan Makna”. Bila ini terjadi maka ramalan Paul Freire, dalam PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS benar-benar terjadi.

Karena hegemoni makna, karena pendidikan hitam, maka bukan realitas yang disodorkan, tetapi kontruk-realitas (realitas yang telah disorter, realitas yang dibentuk sesuai dengan kepentingan tertentu). Sehingga berfikir, yang merupakan manipulasi atau organisasi unsur-unsur lingkungan dengan menggunakan lambang. Berfikir dilakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan, problem solving dll. Berfikir adalah penarikan kesimpulan (Taylor et al).

Dengan media informasi, buku-buku, pendidikan, surat kabar, TV termasuk Google (yang menyeleksi mana yang layak dibaca, dan masuk page rank atas atau lembar pertama, dan mana yang tidak), dan kita secara “hampir pasti” menuruti itu.  Coba kita bayangkan, kalau realitas yang kita miliki, kita konsumsi adalah realitas terekayasa, realitas semua, realitas yang diupayakan menjadi “one dimensional”. Maka kata Freire (dalam buku, Pendidikan Kaum Tertindas, LP3ES). “Apa yang kita, bukan asli apa yang kita suka, dan apa yang tidak kita suka, bukan asli apa yang tidak kita suka”. Inilah hegemoni dan inilah penjajahan yang sesungguhnya, karena bukan fisik kita yang dibelenggu, kalau fisik maka kita masih bisa merencanakan sesuatu, berkhayal dll. Seperti para tokoh politik yang dipenjara. Tetapi bila cara berfikir kita terhegemoni, terkontrol dan terbelenggu, maka khayalan kita sudah tercerabut dan terbatasi, keinginan, suka dan tidak suka, sudah bukan diri kita lagi. “Self”, kedirian kita yang merupakan inti “kemanusiaan” kita hilang, dan kita benar-benar bukan “person” lagi.

Pendidikan Kaum Tertindas

Paul Freire

Mungkinkah kita keluar dari itu semua? Kajian budaya yang melihat genre, kaum subkulture seperti Punk, Skinnheads dll mungkin bisa dimasukkan sebagai upaya perlawanan “konyol” terhadap style dan hegemoni yang menggejala di dunia Barat, bahkan termasuk, Hippie, sXe, dll.

Benturan Peradaban (ISLAM vis a vis Barat)

Islam melakukan perlawanan terhadap Barat (dalam artian, ideologi, paradigma, pandangan dunia) yang materialisme, diejawntahkan dalam Kapitalisme dan “Modernisme” dan Positivisme.

Banyak Nilai-nilai Islam yang langsung atau tidak langsung berlawanan dengan mereka. Setiap Negara Islam (maksudnya yang penduduknya mayoritas Islam), awalnya berupaya melakukan perlawanan ini, melakukan upaya terhindar dan keluar tidak saja dari penjajahan fisik (Kolonialisme Barat-AS), tetapi juga berupaya keluar dari “Hegemoni Makna”. Yang kedua ini sangat sulit, bahkan kebanyak mereka sudah menjadi Barat. banyak dari kita terjangkit penyakit MASOKISME, jengkel terhadap barat, tetapi dalam khayalannya, apabila mereka sukses, mereka ingin menuru dan menjadi barat. “MENTALITAS BUDAK” seperti itu. Mereka jengkel terhadap majikannya, tetapi dalam khayalan kesuksesannya, mereka ingin berpakaian, bergaya hidup, memiliki rumah dll seperti majikannya. Psikologi ini diteliti oleh Psikolog Sosial terkenal, Eric From.

“Benturan Peradaban” yang disampaikan oleh Samuel Huntington, benar bila kita melihat benturan atau vis a vis atara pandangan dunia barat (materialisme) dan Timur (Islam yang Bertuhan).

Banyak saat kita melihat Barat, lalu berkata, “disana banya Islam, tetapi tidak ada Muslim”. Karena mungkin mereka rapi, mereka disiplin dan seterusnya. Pertanyaannya mengapa mereka seperti itu? salah satu jawaban yang pasti adalah “secara ekonomi mereka bagus dan pendidikan mereka cukup”. Tetapi coba kita lihat orang-orang barat, wilayah di negara Barat-AS yang ekonominya rendah, yang pendidikannya rendah. Apakah mereka seperti itu? Berapa kebejatan, kenakalan dan pencurian, pemerkosaan, dan kejahatan lainnya yang terjadi?

McDonalisasiViktor Frankl dalam bukunya Men Search for Meaning mengatakan, “Apabila manusia ditempatkan pada kondisi paling dasar”, kelaparan, kekurangan dll, maka mereka akan bertindak dan berperilaku yang mirip. Betapa banyak manusia Barat yang ‘sakit’ dengan kehilangan Makna, Mereka meminta bunuh diri karena dipecat dari perusahaan, disebabkan umurnya sudah mulai Tua.

Kapitalisme-Barat tidak gusar dengan perlawanan apapun, karena Kapitalisme punya cara untuk “menyerap” itu semua menjadi intertaint. Demontrasi, Kelaparan, Pembunuhan dst…. Akan menjadi berita (uang), akan ada donasi dan disalurkan (ekonomi tetap berjalan dan berhubungan dengan GNP). Pembunuhan akan ada polisi, rapat, penjara, makan, psikolog dst. Bahkan termasuk perang. Akan ada pembangunan infrastruktur dll. Kapitalisme-Barat akan sangat “berang” bila ada kelompok atau manusia yang akan keluar, tidak mau bermain bersama dengan aturan, sistem yang sudah dibuat. Mau main sendiri atau malah membuat permainan baru.

Iran dengan Khomeini-nya, Libya dengan Muammar Ghadafi, termasuk Indonesia (Soekarno) yang saat itu keluar dari PBB dan membetuk aliansi sendiri. Sementara Cina dan Rusia walaupun ancaman terhadap Barat-AS, mereka hanya berebut supremasi, bukan berbeda dalam aras, landasan dasar berfikir, ideologi dan perilaku.

Bagimana menurut Anda?
Muhamad Alwi

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Riwayat Pendidikan : S1 : Manajemen dan Psikologi. S2 : Manajemen Human Resource, Univ Brawijaya Malang S3 : Manajemen Pendidikan Univ Negeri Malang. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Lain-lain, Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s