BASHIRA

Foto GoogleKita tidak pernah pasti apa yang kita lakukan, benar atau tidak. Tuhanpun mengingatkan pada kita, “Yang kau anggap baik belum tentu itu baik buat-mu dan sebaliknya”. Sangat merugi apabila mereka mengganggap melakukan perilaku baik, padahal tidak, dan setelah dihari perhitungan terlihat semuanya banyak minus-nya.

Meningkatkan Bashira itu sangat-sangat penting sebab Mata-Batin (Bashira), mampu menembus yang caver, lipstik, kamuflase, retorika dan kemunafikan. Bashira mengetahui atau melihat tidak hanya sekadar fenomena, tetapi mampu ke inti, hakekat, neomena. Dunia sudah sedemikian ambigu, bias, kacau, after the fact, hoax, post truth dst.

Saya selalu mengulang-ulang ucapan Muhtar Tsaqafi, sebuah Film seri yang sangat menarik, ada salah satu teks sang tokoh mengatakan, “Banyak yang tidak mampu dilakukan musuh, dilakukan dengan sukses, gemilang oleh kawan sendiri”.

Petaka yang menimpa banyak bangsa di dunia umumnya terjadi karena minimnya bashirah. Kesalahan-kesalahan yang kadang kita saksikan, bukan hanya dilakukan oleh awam, tetapi bahkan oleh para tokoh, yang ditokohkan atau yang dianggap tokoh justru melakukan itu. Bila tokoh yang melakukan, walaupun itu jarang dan kecil, tetapi dampaknya cukup besar. Bashira dan wawasan mesti kita tingkatkan.

Amiral Mukminin Sayyidina Ali Bin Abi Thalib kw mengatakan saat perang Siffin, “Ketahuilah bahwa ilmu ini tidak akan di emban oleh siapapun kecuali orang-orang yang memiliki bashirah dan kesabaran”.

Mungkin ucapan ini kurang pas, tetapi mengandung realitas yang perlu direnungkan, “Perjuangan Zaman Nabi, dalam sebagiannya sekarang lebih Sulit”, Mengapa? Saat zaman Rasul saw, panjinya jelas, lawannya jelas, terlihat siapa kawan dan siapa lawan. Sedangkan pada zaman sekarang, mungkin sejak zaman Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Siapa kawan dan lawan akan sulit dibedakan, padahal ‘mesti saling membunuh’. Apa yang kita katakan sama dengan apa yang pihak lawan katakan, sama-sama sholat bahkan shalatnya persis satu dengan yang lain. Lihatlah sekadar contoh saat perang Siffin, Nahrawan.

Akan ada kelompok orang yang menyangsikan, apakah pihak lawan bathil? Padahal mereka sama-sama sholat dan beribadah? Bahkan termasuk kelompok Khawarij yang terlihat sangat getol dalam Ibadah. Bahkan diceritakan saat perang, Sayyidina Ali bersama sahabatnya menyelinap dan melihat seorang (Khawarij) membaca al Qur’an dengan merdu, syahdu, ditengah malam sambil berlinang air mata mendekatkan diri kepada Tuhan. Sahabat Imam Ali yang tidak memiliki Bashira mengatakan, “betapa beruntungnya orang itu, dia pasti masuk surga”, dan esok harinya orang itu terbunuh oleh pihak sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sayyidina Ali berkata, dia membaca al Qur’an tetapi tidak memahami perintah al Qur’an, tidak mengikutiku (pemimpin yang adil), justru memerangiku, ingin membunuhku demi ridha Ilahi.

Sekali lagi, kalau sayyidina Ali yang berkata seperti itu, kita bisa pastikan, lalu bagaimana dengan kita?

Identifikasi, siapa lawan, kawan, tidak mudah terkecoh, terprovokasi dan dibohongi, juga tidak gegabah, antem kromo, semua lawan. Ketidaktahuan, wawasan rendah dan ketiadaan bashira akan menjadikan salah sasaran, lawan dianggap kawan dan sebaliknya. Memberi penjelasan adalah salah satu tugas penting kaum intelektual, fakta dan realitas harus di dedahkan tanpa fanatisme partai dan golongan, biarkan hati nurani bicara, semangat partisan harus di kesampingkan.

Saat ini di Timur Tengah ada kelompok Saudi Arabia dan Negara Arab lainnya (Yordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat dll), ada Iraq, Iran, Mesir, Syuria, Turki dan Yaman. Saat kemarin dan sampai sekarang berkobar peperangan antara Saudi dan Yaman, di Suriah pemerintah dan Pemberontak (ISIS dkk yang mengaku ‘Jihadist’ lainnya), masalah Palestina (pro-Kebijakan AS-Israel, seperti Yordanin dan Saudi Arabia), Pertikaian antar faksi di Iraq dan juga upaya mengusir AS dari Iraq, Perlawanan Iran terhadap Hegemoni AS dll, sebenarnya kita bisa melebarkan ini sampai ke Asia dan Indonesia.

Apakah kita diam (seringkali menganggapnya itu fitnah? Karena yang bertikai sesama muslim. Bukankah sayyidina Ali juga berperang melawan orang-orang Islam lainnya? Apakah sayyidina Ali salah, menumpahkan darah saudara-saudaranya?), Kita berpihak dengan rasional sambil mengupayakan persatuan? Atau…. atau …..

Bagaimana mata batin kita melihat itu? Bagaimana para intelektual menjelaskan itu, bagaimana kita memilah antara politik, perang dan kebenaran secaram umum?

Setiap nikmat, setiap apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggung-jawaban.
Bagaimana menurut Anda?

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Riwayat Pendidikan : S1 : Manajemen dan Psikologi. S2 : Manajemen Human Resource, Univ Brawijaya Malang S3 : Manajemen Pendidikan Univ Negeri Malang. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Psikologi dan Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s