Al Qur’an Bicara Jalan-jalan Spiritual (2)

ISLAM KECIL DAN BESAR

Foto AnaIslam berarti kepasrahan, dan kepasrahan berarti keyakinan (Imam Ali bin Abi Thalib). “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 65). Kepasrahan, tidak keberatan, tidak ada rasa enggan, ‘mendebat’ terhadap ketentuan Rasul (yang itu adalah ketentuan Allah), adalah bentuk Islam dan Iman yang kokoh.

Bagaimana itu bisa terjadi dan diupayakan? “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik/muhsinin.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 69). Ihsan adalah orang yang beribadah kpd Allah, seperti ia merasa dilihat oleh Allah atau dia seakan-akan melihat Allah.  Orang yang seperti ini disifati oleh Allah dengan: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,” dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 1-3).

HIJRAH

Hijrah adalah meninggalkan adat istiadat kebiasaan yang dilakukan oleh umumnya masyarakat. Hadist dari al Kulaini mengatakan, Imam Jakfar berkata: Ada 4 pilar Kekafiran yaitu Keserakahan, Ketakutan, Dendam dan Kemarahan. Karena mereka sudah sedemikian terserap kepada keimanan, ketuhanan, mereka dianggap sebagai orang “gila” oleh manusia. Mereka sebut “gila”, karena berbeda dengan adat kebiasaan umumnya. Keislaman dan keimanan yang mendalam, menjadikan mereka lepas dari dunia umum (material). Seakan-akan mereka sudah mati. Tetapi hidup di alam lain yang baru. Dia ditengah masyarakat, tetapi hidupnya dialam lain bersama TuhanNYa.

“Dan apakah orang yang SUDAH MATI LALU KAMI HIDUPKAN dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 122). Bahkan Nabi Ibrahim as berdoa untuk dirinya dan anak-anaknya dari penyembahan berhala. Rasul saw juga berdoa agar terhindar dari syirik tersembunyi. Disinilah jangan sampai kita bangga diri dari kekafiran dalam berbagai bentuknya.

Bahkan penggunakan bahasapun dalam al Qur’an dijelaskan akan hal itu. Penggunakan kata “Aku” mesti dihindari (Saat kondisi-kondisi tertentu). Sebagai contoh cerita Khidir as dengan Musa as. Ayat (18:78), Menggunakan kata AKU (karena itu berhubungan dengan “Merusak Bahtera/kapal”). Merusak bukan pekerjaaan Allah, Allah selalu baik. Ayat (18: 80-81) Menggunakan kata KAMI (saat “membunuh Pemuda”, disini disebabkan perilaku itu bisa disisbahkan pada Allah dan Khidir) dan Ayat (18: 82) Menggunakan kata Tuhan (saat “Membangun dinding”, memperbaiki, perbuatan baik).

Orang-orang yang sudah mencapai kondisi ini dan tenang disana disifati oleh Allah dengan.”Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr 89: Ayat 27-30).

DISINI SUDAH MASUK JIHAD AL AKBAR DAN ISLAM LEBIH LENGKAP.

Mereka sudah merasakan dan mengalami kematian. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156). Juga “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185).

Ada Hadist yang mengatakan: Barangsiapa ingin melihat orang mati yang berjalan, lihatlah Ali bin Abi Thalib. Kalau sudah mereka seperti itu, mereka termasuk manusia yang tulus dan ikhlas/muhsini, maka Setan sudah berputus asa dan tidak mampu menggodanya lagi. “(Iblis) menjawab, Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, “kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (tulus dan ikhlas) di antara mereka.”(QS. Sad 38: Ayat 82-83).

Marilah kita bersama-sama berjuang menuju, menapaki jalan-jalan spiritual menuju kesempurnaan….walaupun sempurna itu diluar batas kemampuan manusia.

Wallahu a’lam bi al Shawab,
Muhammad Alwi
Psikolog, Koosultan Pendidikan. Peminat Studi Islam, Filsafat-Psikologi dan Pendidikan.

Tentang pendidikan positif

Kami adalah Pendidik, Guru, Dosen dan Trainer. Riwayat Pendidikan : S1 : Manajemen dan Psikologi. S2 : Manajemen Human Resource, Univ Brawijaya Malang S3 : Manajemen Pendidikan Univ Negeri Malang. Kami mengembangkan Seminar, Workshop, dan berbagai Test berbasiskan psikology. Mulai dari 1. Workshop berbasiskan Multiple Intelligence, Topografi Otak, Power Personality, Performance Barrier, Succes with Understanding Personality, Otak Kanan- Otak Kiri, bagaimana mengetahui dan memanfaatkannya untuk sukses dll. Semua itu untuk pengembnagan SDM dan Human Capital. Baik untuk Guru, anak-anak (TK, SD, SMP, SMA, PT), juga untuk karyawan Industri dan Perusahaan. 2. Test test yang mendukung workshop dan seminar diatas seperti; a) Test Multiple Intelligence, b) Test Personality, c) Test Performance Barrier dll. Konsep Kami adalah......Discovering Your Royal road to learning, achievable and Personal Satisfaction. Bagaimana caranya? Caranya dengan discovering your talent, your ability (dengan pemahaman, test), the right place....maka sukses dan bahagia akan mudah didapatkan. Positif Pendidikan adalah Pendidikan yang berusahan menjadikan pebelajar (siapapun yang belajar), akan mampu untuk meraih tidak hanya sukses (achievable) tapi juga bahagia (will-being). Success and Happy.
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan Agama dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s