Minat-Bakat, Kurikulum Nasional dan Implementasinya di Kelas?

Qoute Pekerjaan.jpgPemitanan selalu sedikit berubah-ubah. Dahulu hanya ada IPA dan IPS (itupun dipilah setelah kelas 3 SMA), lalu dibuatlah A1 (Fisika), A2 (Biologi), A3 (Sosial) dan A4 (Bahasa), kemudian diubah lagi IPA-IPS, Bahasa tetapi dimulai kelas 2 (peminatannya) kemudian diubah lagi IPA dan IPS dan Bahasa tetapi dimulai kelas 1 SMA.
Pertanyaannya adalah bagaimana menentukan peminatan itu? Ternyata peminatan (untuk menentukan anak-anak itu masuk IPA, IPS dan Bahasa) menggunakan nilai raport sebelumnya (SMP) dan wawancara (oleh team sekolah/BK).

[Bagaimana menentukan Minat-Bakat bisa dilihat disini Sukses dan Manajemen of Talent (Manajemen Minat- Bakat)Cara Mudah Menemukan Bakat Minat Kita (1)Cara Mudah Menemukan Bakat Minat Kita (2) ]

Minat-Bakat, Kecendrungan  dan Kecerdasan Kita

Definisi umum Kecerdasan menurut Howard Gardner, adalah kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nila IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Kekacauan & ‘Simulakra’ Pendidikan Agama?

Foto Rekreasi JKT Oke

Muhammad Alwi S.Psi,.MM

UU PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN AGAMA

Sebagai ummat beragama masyarakat Indonesia sangat menjungjung nilai-nilai agama dan religiositas. Upaya mengurapi kehidupan diri, masyarakat juga berbangsa dan bernegara dengan nilai-nilai agama adalah hal penting dan selalu diupayakan serta diperjuangkan. Perjuangan-perjuangan itu tercermin dari kehidupan keseharian, di sekolah juga didalam kenegaraan lewat perjuangan di legislatif (DPR). Khusus masalah pendidikan Agama yang akan disorot dalam tulisan ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama, Pendidikan Psikologi | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

FISIKA SUKSES

S = V x t . (20 = 1Fisika Kecerdasan0 x 2 ; 20 = 5 x 4 ; 20 = 2 x 10).

Saat 3 tahun lalu, sambil berbincang dipinggir kolam renang, dengan pemandangan agak aneh..he..he..he….(melihat para bule berenang dengan seenaknya). Saat usai memberikan training karyawan TELKOMSEL Bali-Nusra. Hasil bincang-bincang itu keluarlah ide (yang sudah terkumpul sebenarnya dalam kepala), untuk menulis buku SMI (Spiritual Multiple Intelligence). Buku itu sekarang sudah di penerbit, walaupun belum tahu kapan terbit, sebab menunggu waktu. Hasil bincang-bincang lainnya…sekali lagi walaupun ide-nya sudah ada, bahkan sering kami jadikan bahan training. Yaitu FISIKA SUKSES.

Fisika Sukses itu dengan rumusan S = V x t.
S = Sukses adalah meraih apa yang kita tuju (jarak = S).
t = Waktu serta usaha untuk meraih sukses, effort dan
V = Talenta, Bakat-Minat, Passion dst.

Jika kita mampu mendapatkan V kita (gelombang kita, passion kita, bakat dan minat kita), maka untuk mencapai S yang sama, maka dibutuhkan t yang lebih rendah.

Disinilah sebenarnya upaya kami, dan konsep besar kami, di Indonesia Pendidikan Positf, sebuah badan bersama teman teman bergerak dalam Reseacrh Education and Consulting.

Motto : Discovering Your royal road to learning, achievable and personal satisfaction. Bagaimana menemukan jalan termudah, jalan emas (dengan Pendidikan Positif, dengan Multiple Intelligence, dengan Mapping Potensi), untuk sukses sekaligus Bahagia.

Bagimana itu diraih dipupayakan lihat
1) Bagaimana menemukan bakat dan minat [Cara Mudah Menemukan Bakat Minat Kita (1)Cara Mudah Menemukan Bakat Minat Kita (1)
2) Bagaimana menemukan kecendrungan kecerdasan kita dengan Observasi Multiple Intelligence [Mengintegrasikan Multiple Intelligence dan Kurikulum Nasional dan Implementasinya di Kelas?
3) Sukse dengan Manajemen Talenta lihat di Hubungan MI, Sukses Tempat Kerja dan Talent Management (Manajemen Bakat)
dll.

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Sukses dan Manajemen of Talent (Manajemen Minat- Bakat)

“Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (karakternya) masing-masing.  (Qs, 17:84).
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah manciptakan manusia menurut fitrah itu. (QS. Ar-Rum: 30).
Tidak ada kemenangan apapun kecuali diawali dengan kemenangan pribadi

ESSENTIAL Talent 2

Muhammad Alwi S.Psi MM          (Majamene Minat Bakat)

Era informasi dan pasar bebas benar-benar telah terjadi. Dunia menjadi tidak besar lagi, bahkan menjadi global village, kata Kenichi Ohmae dalam bukunya The Borderless World (1991). Senada dengan Ohmae, Tom Peter (1987) mengatakan dalam bukunya “Triving on Chaos”, Organisai dewasa ini harus bergulat dengan trend-trend revolusioner, akselerasi produk dan perubahan tehnologi, persaingan yang makin mengglobal, deregulasi, perubahan demografi, dan kecenderungan-kecenderungan kearah masyarakat jasa dan zaman elektronik. Katanya melanjutkan, Seri kekuatan seperti Ketidakpastian umum, Revolusi Tehnologi, Pesaing baru dan selera yang berubah-ubah, menciptakan keluaran (outcame) berupa; Ketidakpastian, Lebih banyak pilihan, dan Lebih Besar Kerumitan, serta berakhirnya kemassalan. Akibatnya para pemenang organisasi sekarang dan yang akan datang adalah mereka yang lebih tanggap, lebih kecil, lebih datar dan lebih berorientasi pada manusia, Karena bagaimanapun, manusialah sebagai pelaku yang melaksanakan organisasi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | 1 Komentar

KKM dan ‘Kebohongan’ Terstruktur Pendidikan?

Foto Ana Jakarta Oke

Muhammad Alwi S.Psi,.MM

Kurikulum kita mengikuti filosofi mastery learning (belajar tuntas). Belajar tuntas (mastery learning) adalah filosofi pembelajaran yang berdasar pada anggapan bahwa semua siswa dapat belajar bila diberi waktu yang cukup dan kesempatan belajar yang memadai.

Selain itu, dipercayai bahwa siswa dapat mencapai penguasaan akan suatu materi bila standar kurikulum dirumuskan dan dinyatakan dengan jelas, penilaian mengukur dengan tepat kemajuan siswa dalam suatu materi, dan pembelajaran berlangsung sesuai dengan kurikulum. Dalam metode belajar tuntas, siswa tidak berpindah ke tujuan belajar selanjutnya bila ia belum menunjukkan kecakapan dalam materi sebelumnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Renungan : Pendidikan antara Cinta dan Cinta Buta?

Cinta dan Cinta Buta Qoute.jpg

Cinta sering kali menjadi alasan akan beberapa hal yang menabrak pada kebenaran. Dengan alasan cinta pada anak-anak-nya misalnya, kadang orang tua salah dalam memberikan ajaran-ajaran yang mengembangkan karakter, kebenaran dan kebahagiaan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama, Psikologi dan Pendidikan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

4 Kategori Ahlul-Bait, Habib dan Sayyid?

Habib, Sayyid, Ahlul Bait dan Kriteria Penghormatan pada Mereka.
HabaibWacana Ahlul-Bait sudah lama ada, diskusi tentangnya juga sudah dilakukan. Kata Ahlul Bait terekam dalam al Qur’an surat al Ahzab ayat 33,  “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab ayat 33). Kemudian didukung dengan ayat lainnya, “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” (QS 42:23). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat dan Agama | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar